Mantan Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad menyerukan debat terbuka pada penggantinya Hassan Rouhani. Ini lantaran Rouhani menyalahkan dia dalam keterpurukan ekonomi Negeri Mullah itu.
Stasiun televisi Bloomberg melaporkan, Rabu (4/12), Ahmadinejad sengaja mengajak berdebat Rouhani dalam 100 hari kepemimpinan sebagai usaha pembandingan saat dirinya menjabat dulu. Rouhani juga menyebut Ahmadinejad biang keladi sanksi internasional, melonjaknya inflasi negara, dan penurunan nilai mata uang.
Sebelumnya Ahmadinejad memang sudah berkirim surat pada Rouhani dan mengatakan kritik Rouhani tidak beralasan. "Saya berniat masih bungkam demi negara," Ahmadinejad menuliskan di surat itu.
Namun bungkamnya Ahmadinejad rupanya sudah diambang batas. Dengan niat demi menghormati permintaan pelbagai kelompok termasuk para ahli ekonomi dan politik dia akhirnya mengajak Rouhani berdiskusi langsung agar bisa memberikan klarifikasi. Dia mengatakan harus memilih tempat yang betul-betul netral jauh dari intervensi pihak mana pun.
Dalam pidatonya di televisi Rouhani mengatakan pemerintah mewarisi hutang Rp 801,6 triliun dari pemerintahan Ahmadinejad.
Padahal Negeri Mullah itu telah mendatangkan devisa negara Rp 7.179 triliun dari minyak saat Ahmadinejad menjadi presiden padahal saat itu banyak negara mengembargo minyak dari Iran.
Penasihat Rouhani, Akbar Torkan mengatakan pihaknya menyambut tawaran debat dari Ahmadinejad. "Selama dia mau mengatakan yang sebenarnya kami akan layani," ujarnya.