Raja Bhumibol mangkat, Thailand berkabung selama setahun
Merdeka.com - Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengumumkan negara dalam keadaan berkabung selama setahun menyusul wafatnya Raja Bhumibol Adulyadej dalam usia 88 tahun.
Pihak istana sebelumnya mengumumkan Raja Bhumibol meninggal hari ini pukul 15.52 waktu setempat.
"Yang Mulia meninggal dalam damai di Rumah Sakit Siriraj," kata pernyataan istana, seperti dilansir Channel News Asia, Kamis (13/10).
Selama setahun terakhir Raja Bhumibol kerap dirawat di rumah sakit Siriraj di Ibu Kota Bangkok karena penyakit yang dideritanya. Sehari sebelumnya istana mengatakan tekanan darah raja turun drastis dan detak jantungnya sangat cepat. Selain itu hatinya juga tidak berfungsi secara normal dan hasil pemeriksaan darah menyatakan dia terkena infeksi.
"Meski para dokter sudah mengusahakan yang terbaik tapi kondisinya terus memburuk," kata istana.
Warga Negeri Gajah Putih yang berkumpul di depan gedung rumah sakit menangis ketika mendengar pengumuman itu.
Bhumibol tercatat sebagai raja paling lama berkuasa di dunia, selama 70 tahun setelah menggantikan kakaknya Raja Ananda Mahidol pada 9 Juni 1946.
Dia meninggalkan istri, Ratu Sirikit, 84 tahun, juga seorang putra pewarist takhta Pangeran Maha Vajiralangkorn dan tiga putri, Puteri Ubol Ratana, Puteri Maha Chakri Sirindhorn, dan Puteri Chulabhorn Walailak. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya