Rabbi di Amerika desak Israel berhenti jual senjata ke Myanmar
Merdeka.com - Sekelompok rabbi di Amerika Serikat mendesak Israel agar menghentikan penjualan senjata ke Myanmar. Muncul laporan yang menyebutkan bahwa negara tersebut telah melakukan transaksi senilai puluhan juta dolar dengan Myanmar di sektor penjualan senjata.
T'ruah, organisasi nirlaba yang terdiri dari sejumlah rabbi dari denominasi Yahudi mengatakan, bahwa 300 ulama Yahudi telah menandatangani sebuah petisi yang menyerukan diakhirinya penjualan senjata.
"AS sudah berhenti mempersenjatai dan melatih pasukan militer Myanmar pekan ini. Sekarang giliran Israel," tulis kelompok tersebut di akun twitternya dilansir dari laman Al Araby, Jumat (27/10).
"Talmud melarang menjual senjata agar kita tidak berkontribusi dengan aksi apapun yang menyebabkan pertumpahan darah," lanjut kelompok itu dalam unggahan lain.
Seruan agar penjualan senjata ini dihentikan karena Myanmar dituduh tengah melakukan pembersihan etnis di tengah operasi militer. Peristiwa itu menyebabkan ratusan ribu penduduk muslim Rohingya melarikan diri dari negara tersebut.
Berdasarkan laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sejak bulan Februari tentara dan polisi Myanmar menggunakan kekerasan sistematis termasuk pemerkosaan, penembakan, dan penyiksaan terhadap warga sipil muslim.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya