Qatar siap berunding dengan kuartet Liga Arab
Merdeka.com - Pemimpin Qatar, Syekh Tamim bin Hamad Al Thani, buka suara terkait dengan aksi boikot dilakukan oleh kuartet Liga Arab, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Mesir. Dia menyatakan siap berunding dengan ke empat negara tetangga, asalkan mereka juga tidak melecehkan kedaulatan negaranya.
Dilansir dari laman BBC, Sabtu (22/7), Syekh Tamim membantah semua tuduhan dari para negara tetangganya. Salah satunya soal mendukung terorisme. Menurut dia, hal itu cuma kampanye hitam dan berterima kasih kepada warganya yang tetap tenang.
"Seperti Anda tahu, kehidupan di Qatar berjalan normal. Namun, waktunya sudah tiba buat memisahkan urusan rakyat dan politik antarnegara. Kami siap berdialog buat mencari jalan keluar," kata Syekh Tamim.
Aksi boikot dan blokade dilakukan keempat negara itu membikin Qatar mesti mengimpor bahan makanan melalui udara dan laut, buat memenuhi kebutuhan 2,7 juta warganya.
Arab Saudi dan rekan-rekan menuntut Qatar menyetujui 13 tuntutan mereka sodorkan. Antara lain menutup jejaring media massa Al Jazeera, menutup pangkalan militer Turki, memutus hubungan dengan Ikhwanul Muslimin, dan membatasi hubungan dengan Iran. Jika tidak bisa, mereka meminta Qatar memenuhi enam tuntutan saja, yaitu memerangi terorisme dan ekstremisme, serta mengakhiri provokasi dan memantik perseteruan. Dalam dua hal terakhir, Qatar menyangkal melakukannya.
(mdk/ary)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya