Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Qatar krisis diplomatik, WNI diimbau tidak panik

Qatar krisis diplomatik, WNI diimbau tidak panik Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhamad Basri Sidehabi. ©KBRI

Merdeka.com - Duta Besar Indonesia untuk Qatar Muhamad Basri Sidehabi menyampaikan para warga negara Indonesia di Qatar untuk tetap tenang dan waspada. Imbauan tersebut disampaikan mengingat Qatar tengah mengalami krisis diplomatik.

Dalam pernyataan tertulis diterima merdeka.com, Selasa (6/6) Basri menuturkan tidak perlu mengambil langkah-langkah berlebihan karena situasi masih aman terkendali.

"Komunitas Indonesia di Qatar diimbau untuk tetap tenang namun waspada. Tidak perlu mengambil langkah-langkah berlebihan mengingat situasi di Qatar masih aman dan terkendali," tutur sang dubes.

Dia menyebutkan, sejak pemutusan hubungan diplomatik dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yaman situasi politik dan keamanan di Qatar masih berjalan normal.

"Tak terdapat tanda-tanda meningkatnya eskalasi politik dan keamanan, meski demikian, terdapat peningkatan jumlah keamanan khususnya di kawasan yang dianggap penting, seperti pusat pemerintahan, tempat-tempat ibadah, bandara, stasiun, terminal bis, fasilitas publik, serta pusat perbelanjaan yang ramai dikunjungi masyarakat," serunya saat bertemu masyarakat Indonesia di Kompleks Al Khor Community (AKC), Kota Alkhor.

Seorang tokoh diaspora Said Malawi yang merupakan karyawan migas Qatar Gas, mengatakan sebagian besar tenaga kerja ahli Indonesia bermukim pada Al Khor Community dan konon merupakan komunitas diaspora Indonesia terbesar.

Sementara itu, KBRI Doha telah mempersiapkan langkah antisipasi di lapangan. "Dubes adalah orang terakhir yang akan meninggalkan Qatar", ujar mantan Pilot F-16 pertama Indonesia ini guna meyakinkan masyarakat agar tetap tenang dalam menghadapi kondisi politik dan keamanan.

"Kondisi politik ini sudah terjadi pada tahun 2014 lalu sehingga masyarakat tidak perlu khawatir," pungkasnya.

Pemerintah Indonesia mengaku menyayangkan terjadi perpecahan di negara Timur Tengah tersebut. Selain itu, Indonesia juga meminta agar semua pihak bisa duduk bersama untuk membicarakan masalah ini.

"Indonesia dengan prihatin sedang mengikuti perkembangan situasi di Timur Tengah saat ini. Tentu saja, kami mengharapkan semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog serta rekonsiliasi untuk menyelesaikan masalah ini," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir.

Kendati demikian, pria kerap disapa Tata itu memaparkan bahwa Indonesia tetap menghormati keputusan apapun diambil oleh negara terkait dan mengimbau agar negara lain tidak terpancing oleh situasi ini.

"Kami memperkuat negara untuk menghormati prinsip hubungan internasional, seperti saling menghormati kedaulatan masing-masing negara dan tidak ikut campur urusan dalam negeri negara lain," paparnya.

Terakhir, Tata mengajak semua pihak agar menyatukan langkah dalam pencegahan terorisme dan berkontribusi dalam menjaga keamanan dan stabilitas kawasan dan global. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP