Puluhan Ribu Warga Brasil Demo Buruknya Penanganan Covid Presiden Jair Bolsonaro

Selasa, 27 Juli 2021 12:11 Reporter : Hari Ariyanti
Puluhan Ribu Warga Brasil Demo Buruknya Penanganan Covid Presiden Jair Bolsonaro Seorang demonstran memegang bendera Brasil bertuliskan jumlah kematian akibat Covid-19 di negara itu. ©Sergio Lima/AFP

Merdeka.com - Puluhan ribu warga Brasil bersatu turun ke jalan di kota-kota dan daerah di seluruh negeri pada Sabtu, memprotes buruknya penanganan krisi Covid-19 oleh Presiden Jari Bolsonaro dan retorika antivaksin.

Unjuk rasa besar ini juga dipicu lambannya peluncuran vaksinasi dan sikap presiden yang meremehkan tindakan pencegahan untuk menghentikan penyebaran virus.

Berdasarkan hasil survei Datafolha, 94 persen warga Brasil mendukung vaksinasi dan mengatakan mereka telah divaksinasi atau ingin divaksinasi. Hanya 5 persen responden mengatakan mereka belum divaksinasi dan tidak berencana untuk disuntik vaksin.

Walaupun memiliki kepala negara yang secara terbuka meremehkan Covid-19 sebagai tidak lebih dari flu ringan dan menyerang vaksin Pfizer dengan berseloroh mengatakan dapat mengubah orang menjadi buaya, dukungan warga Brasil dari dua spektrum politik terhadap vaksinasi meningkat.

“Saya di sini menentang pemerintah yang saya pandang (bersifat) genosida,” kata seorang profesor universitas, Adalberto Pessoa Junior kepada AFP saat aksi unjuk rasa pada Sabtu.

“(Mereka) bertanggung jawab karena tidak membeli vaksin dan (akibatnya) banyak orang meninggal,” lanjutnya, dikutip dari France 24, Selasa (27/7).

Angka kematian karena Covid-19 di Brasil telah mencapai sekitar 500.000, kematian tertinggi kedua di dunia setelah AS.

Menurutnya kelompok tengah-kanan, tengah, dan kiri sepakat penanganan Bolsonaro atas krisis Covid-19 buruk.

Bolsonaro sedang dalam penyelidikan terkait dugaan mengabaikan penyalahgunaan anggaran pemerintah saat pembelian vaksin dan popularitasnya anjlok sampai 24 persen, terendah sejak dia menjabat pada 2019.

Menurut Junior, banyak pemilih Bolsonaro yang mendukung pernyataannya soal karantina dan lockdown, tidak lagi simpati terkait penyataannya soal vaksin.

2 dari 2 halaman

Dukung program vaksinasi

Brasil memiliki sejarah panjang dukungan terhadap kampanye vaksinasi, yang menjadi salah satu alasan banyaknya rakyat turun ke jalan menuntut manajemen vaksin yang lebih baik.

Pada 1973, selama kepemimpinan diktator militer, Program Imunisasi Nasional (PNI) dibentuk setelah program vaksinasi cacar berhasil membasmi penyakit tersebut di seluruh negeri. Termasuk program vaksinasi polio yang dimulai pada 1986. Enam tahun setelah mascot Ze Gotinha atau Droplet Joe diciptakan, polio berhasil diberantas dari negara tersebut. Sejak saat itu, Brasil membuat program pemberantasan tetanus dan campak.

“Ze Gotinha adalah contoh sempurna sebuah kampanye komunikasi strategis,” kata Direktur King’s Brazil Institute, Dr. Vinicius Mariano de Carvalho.

Carvalho mengatakan, maskot ini bisa menjangkau setiap orang, bahkan mereka yang kurang berpendidikan.

Namun saat ini, lanjutnya, tidak ada kampanye nasional vaksinasi yang lebih baik.

“Kurangnya kepemimpinan dari kementerian kesehatan termasuk kegagalan untuk mendistribusikan vaksin secara merata di semua strata sosial di negara bagian-negara bagian Brasil menyebabkan penundaan masif peluncuran (vaksin),” jelasnya.

Hanya 18 persen populasi orang dewasa Brasil yang telah divaksinasi penuh, dan sekitar 47 persen yang telah menerima suntikan dosis pertama. [pan]

Baca juga:
YouTube Hapus Video Presiden Brasil karena Sebarkan Misinformasi Covid-19
Kepolisian Brasil Selidiki Presiden Jair Bolsonaro Terkait Dugaan Korupsi Vaksin
Mayoritas Rakyat Brasil Dukung Pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro
Dituduh Minta Suap Pengadaan Vaksin Covid-19, Presiden Brasil Pecat Pejabat Kesehatan
Dua Menteri Brasil Mengundurkan Diri dalam Satu Hari

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini