Puluhan ribu rakyat Israel demo, tuntut Netanyahu dibui karena korupsi
Merdeka.com - Puluhan ribu penduduk Israel turun ke jalan di Tel Aviv pada Sabtu malam untuk memprotes korupsi di pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Aksi bertajuk 'March of Shame' ini digelar saat Netanyahu bertandang ke Eropa untuk menggelar pertemuan di Prancis dan Brussels.
Para pengunjung rasa di Boulevard Rotschild membentangkan spanduk bertuliskan, 'berhentilah korupsi', 'bukan sayap kiri, bukan sayap kanan, tetapi kejujuran', dan lainnya. Sementara itu, unjuk rasa di Haifa juga menyuarakan protes serupa. Mereka menunjukkan kertas bertuliskan, 'demokrasi bukanlah sebuah sugesti' dan 'malulah pada dirimu'.
Dilansir dari laman Haaretz, Senin (11/12), aksi unjuk rasa ini dilakukan karena mereka tidak setuju dengan undang-undang baru yang menyatakan bahwa polisi tidak bisa mempublikasikan rekomendasi tentang dakwaan. Masyarakat yakin, RUU yang kontroversial itu dirancang untuk melindungi Netanyahu dari dua skandal korupsi besar dilakukannya.
Kasus pertama adalah Netanyahu telah menerima hadiah dari pengusaha kaya. Kasus kedua mengenai tuduhan bahwa Netanyahu membuat kesepakatan dengan pemilik surat kabar agar memberitakan hal baik saja tentang dirinya.
Aksi unjuk rasa tersebut berujung ricuh saat ada sekelompok anarkis membawa spanduk bertuliskan pemboikotan terhadap Israel menyelinap di antara para demonstran. Demonstran anti-korupsi kemudian menyerang kelompok tersebut secara verbal sehingga polisi harus turun tangan saat dua kelompok itu mulai bentrok.
Minggu lalu, sebanyak 300.000 demonstran juga turun ke sepanjang jalan Rothschild Boulevard ke alun-alun Habima untuk mendesak agar Netanyahu dipenjara.
Sehari setelah aksi unjuk rasa itu, Netanyahu mengumumkan bahwa dia telah meminta anggota parlemen untuk merancang RUU baru agar tidak sesuai dengan investigasi yang tengah dikerahkan terhadapnya.
(mdk/did)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya