Polisi Spanyol sita kotak suara referendum Catalan, bentrok dengan warga
Merdeka.com - Polisi Spanyol hari ini bentrok dengan para pemilih yang berkumpul di tempat-tempat pemungutan suara untuk mengikuti referendum kemerdekaan Catalan.
Polisi antihuru-hara juga memaksa masuk ke TPS yang menjadi tempat Presiden Catalan Carles Puigdemon menyalurkan suaranya.
Laman the Independent melaporkan, Ahad (1/10), polisi menggunakan palu untuk memecahkan kaca dan pemotong kunci untuk merangsek masuk ke TPS di Sant Julia de Ramis, dekat kota Girona.
Dalam insiden itu sempat terjadi bentrokan antara aparat dengan para pemilih.
Setidaknya seorang perempuan terluka di luar gedung itu dan segera dibawa oleh petugas medis.
Cuplikan tayangan berita lokal memperlihatkan polisi menggunakan pentungan untuk membubarkan massa di luar sebuah gedung olahraga yang dijadikan TPS.
"Kami dipaksa melakukan sesuatu yang tidak ingin kami lakukan," ujar seorang pejabat senior pemerintah Spanyol.
Di Barcelona polisi juga bentrok dengan para pemilih di luar sebuah TPS. Aparat terlihat mendorong sekerumunan warga memakai tameng antihuru-hara. (mdk/pan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya