Polisi Malaysia Tangkap Empat Militan Berencana Serang Non-muslim, Salah Satunya WNI

Senin, 13 Mei 2019 20:14 Reporter : Pandasurya Wijaya
Polisi Malaysia Tangkap Empat Militan Berencana Serang Non-muslim, Salah Satunya WNI polisi malaysia tangkap empat militan. ©MALAYSIA'S COUNTER TERRORISM DIVISION

Merdeka.com - Polisi anti-teror Malaysia hari ini mengatakan telah menangkap empat militan yang punya kaitan dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) karena mereka mempunyai bahan peledak dan berencana menyerang tempat ibadah warga non-muslim.

Laman the Straits Times melaporkan, Senin (13/5), keempat orang itu adalah seorang warga Malaysia yang memimpin kelompok tersebut, dua orang Rohingya dari Myanmar dan satu orang Indonesia. Mereka ditangkap antara 5 Mei dan 7 Mei lalu di tiga tempat berbeda dalam sebuah penggerebekan di Kuala Lumpur dan sebelah timur Negara Bagian Terengganu.

Kepala polisi Malaysia Abdul Hamid Bador menyebut kelompok itu adalah 'sel ISIS' dan mereka berencana 'membunuh tokoh penting sekaligus menyerang tempat ibadah warga Hindu, Kristen, dan Buddha di Malaysia'.

"Salah satu tujuan mereka adalah membalas dendam kematian pemadam kebakaran Adib," kata Abdul Hamid dalam jumpa pers hari ini.

Kematian Muhammad Adib Mohd Kassim, 24 tahun, menjadi seruan untuk berunjuk rasa bagi sebagian warga muslim Malaysia, termasuk pihak oposisi muslim Malaysia yang merasa kasus kematiannya dalam peristiwa di Kuil Sri Maha Mariamman November lalu tidak ditangani pemerintah.

Adib terluka serius pada 27 November tahun lalu setelah dia dan timnya mendatangi panggilan darurat di kuil Hindu itu ketika terjadi kerusuhan. Dia dibawa ke rumah sakit untuk dirawat tapi kemudian meninggal pada 17 Desember.

Sejauh ini belum ada orang yang didakwa kasus pembunuhan dan penyelidikan masih terus berlangsung.

Dalam penangkapan pertama polisi membekuk pria Malaysia berusia 34 tahun di Kuala Berang, Terengganu pada 5 Mei.

"Dia diduga otak dari sel ini. Dia berencana memasang bom di kuil dan gereja serta tempat-tempat hiburan," kata Abdul Hamid.

Dalam penangkapan itu polisi juga menyita senjata api dan amunisi serta bahan peledak.

"Bomnya diselundupkan dari negara tetangga," ujar Abdul Hamid.

Pada 7 Mei dua orang Rohingya berusia 20 dan 25 tahun ditangkap di Kuala Lumpur, serta seorang warga Indonesia berusia 49 tahun ditangkap di Subang Jaya, Selangor.

Polisi menuturkan salah satu orang Rohingya itu mengaku mendukung kelompok militan Tentara Penyelamat Rohingya Arakan (ARSA) yang selama ini melawan militer Myanmar demi membela minoritas muslim Rohingya. Dia juga berencana menyerang kedutaan Myanmar di Kuala Lumpur.

Sedangkan orang Indonesia yang ditangkap berencana pergi ke Suriah.

"Keempatnya diduga berkomunikasi via WhatsApp dan mereka menerima perintah dari seorang warga Malaysia yang masih berada di Suriah," kata Abdul Hamid.

Polisi juga mengatakan mereka masih memburu tiga orang anggota kelompok yang dibentuk Januari itu. Mereka adalah Syazni Mahzan dari Bidong di Negara Bagian Kedah, Nurul Azim Azizan juga dari Bidong dan satu lagi Fathir Thir, orang Indonesia. Mereka semua kini masih bersembunyi. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Malaysia
  2. WNI
  3. Terorisme
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini