Polisi India Tembak Massa yang Tolak Perombakan Sistem Perekrutan Anggota Militer

Jumat, 17 Juni 2022 13:31 Reporter : Hari Ariyanti
Polisi India Tembak Massa yang Tolak Perombakan Sistem Perekrutan Anggota Militer Demonstran di India membakar ban, memprotes perubahan sistem perekrutan anggota militer. ©ANI/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Polisi di India utara menembak ke udara pada Kamis untuk memukul mundur para pengunjuk rasa yang melemparkan batu. Warga di berbagai daerah di India turun ke jalan menentang sistem perekrutan baru anggota militer.

Bahkan otoritas India memutus jaringa internet di salah satu distrik untuk mencegah meluasnya kerusuhan. Unjuk rasa berlangsung setelah pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pekan ini mengumumkan perombakan rekrutmen untuk angkatan bersenjata India yang berkekuatan 1,38 juta orang, dengan tujuan menurunkan usia rata-rata personel dan mengurangi pengeluaran pensiun.

Di distrik Palwal, negara bagian Haryana, massa melemparkan batu ke rumah dinas pejabat pemerintah. Polisi yang berjaga di rumah dinas tersebut mengeluarkan tembakan untuk mencegah massa semakin maju, menurut video dari ANI yang bekerja sama dengan Reuters.

"Ya, kami melepaskan beberapa tembakan untuk mengendalikan massa," kata salah seorang pejabat kepolisian yang menolak disebutkan namanya, dikutip dari Reuters, Jumat (17/6).

Belum ada informasi terkait korban dalam kerusuhan tersebut.

Departemen Informasi Haryana menyampaikan, jaringan internet diputus sementara di distrik Palwal selama 24 jam ke depan.

Sementara itu, massa di kota Nawada, negara bagian Bihar, India timur membakar kantor Partai Bharatiya Janata atau BJP, menurut pejabat kepolisian kepada Reuters.

Demonstran juga merusak properti kereta api di seluruh Bihar, membakar sejumlah gerbong di dua lokasi, merusak rel kereta dan stasiun kereta api, seperti disampaikan pejabat jawatan kereta api India.

Berdasarkan sistem rekrutmen baru yang disebut Agnipath ini, laki-laki dan perempuan antara usia 17,5 tahun dan 21 tahun memiliki masa jabatan empat tahun di peringkat non-pangkat, di mana hanya seperempat anggota dipertahankan untuk masa jabatan yang lebih lama.

Sebelumnya, tentara direkrut angkatan darat, angkatan laut dan angkatan udara secara terpisah dan biasanya bertugas sampai 17 tahun untuk pangkat terendah.

Masa jabatan yang dipangkas menimbulkan kekhawatiran para calon tentara.

"Kami akan kemana setelah bekerja hanya empat tahun" kata salah seorang pemuda di distrik Jehanabad, Bihar.

"Kami akan telantar setelah empat tahun bertugas. Jadi kami turun ke jalan." [pan]

Baca juga:
Tokoh Islam India Serukan Muslim Tunda Demo Kasus Hina Nabi karena Picu Kerusuhan
Pembongkaran Rumah Tokoh Islam di India Usai Aksi Protes Terhadap Nupur Sharma
Buntut Kasus Hina Nabi, Aparat India Hancurkan Rumah Tokoh Muslim
Dua Orang Tewas Saat Polisi India Tembak Warga yang Protes Penghinaan Terhadap Nabi
Aksi Ribuan Muslim di Sejumlah Negara Kecam Politikus India Hina Nabi Muhammad

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini