Polisi Filipina Ungkap 4 Pelaku & Dalang Pelaku Bom Gereja Sudah Menyerahkan Diri

Senin, 4 Februari 2019 16:57 Reporter : Tim Merdeka
Polisi Filipina Ungkap 4 Pelaku & Dalang Pelaku Bom Gereja Sudah Menyerahkan Diri Ledakan di Gereja Filipina. ©2019 AFP PHOTO/NICKEE BUTLANGAN

Merdeka.com - Anggota Intelijen senior Abu Sayyaf dan empat anggota kelompok gerilyawan itu menyerahkan diri pada kepolisian setempat. Mereka diduga terlibat pengeboman maut di gereja di Filipina selatan yang menewaskan 22 orang.

Kammah Pae, yang menurut otoritas membantu pasangan asal Indonesia dalam serangan bunuh diri pada 27 Januari lalu itu, menyerahkan diri kepada pasukan pemerintah, kata Kepala Kepolisian Filipina Jenderal Oscar Albayalde.

"Dia terpaksa menyerahkan diri. Dia mungkin tidak ingin tewas dalam serangan militer, kata Jenderal Oscar Albayalde.

Pada Sabtu, tentara Filipina menewaskan tiga terduga gerilyawan Abu Sayyaf, namun kehilangan lima anggotanya saat baku tembak di Kota Patikul, Provinsi Sulu. Saat itu, militer melakukan pengejaran terhadap dalang serangan gereja tersebut.

Albayalde mengatakan Kammah membantah keterlibatannya dalam dua pengeboman di katedral Jolo yang menewaskan 23 orang, termasuk warga sipil dan tentara. Meskipun demikian, sejumlah saksi mata mengatakan mereka melihatnya mengantar pasangan asal Indonesia tersebut. Albayalde mengatakan pasukan keamanan juga menyita bom rakitan dan beberapa komponen di rumah Kammah.

"Kelima tersangka akan menghadapi beberapa dakwaan pembunuhan, selain dakwaan lain," kata Albayalde.

Namun, penyelidikan terhadap pengeboman gereja di Sulu, yang dikenal sebagai benteng kekuasaan kelompok Abu Sayyaf, masih belum usai.

Abu Sayyaf adalah kelompok yang dikenal lewat aksi penculikan dan faksi-faksi gerilyawannya. Kelompok itu juga berbaiat kepada ISIS.

"Ada lebih banyak kepingan bukti yang memerlukan pemeriksaan mendalam," kata Albayalde.

Militer dan kepolisian Filipina sebelumnya mengatakan dua bom itu diledakkan dari jauh. Namun, Presiden Filipina Rodrigo Duterte pada Selasa lalu mengatakan bahwa dua ledakan itu kemungkinan merupakan serangan bunuh diri.

Beberapa hari kemudian, Menteri Dalam Negeri Filipina Eduardo Ano mengatakan bahwa serangan bunuh diri itu dilakukan pasangan asal Indonesia dengan bantuan Abu Sayyaf. Pernyataan itu sejalan dengan klaim ISIS melalui kantor beritanya, Amaq, pada Senin pagi.

Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi masih menunggu hasil identifikasi terduga pelaku bom bunuh diri gereja di Filipina yang disebut-sebut merupakan pasangan suami istri asal Indonesia. Menurut dia, dari hasil komunikasi yang dilakukan hingga saat ini, proses investigasi dan identifikasi masih berlangsung. [ian]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini