PM Narenda Modi Minta Muslim India Tak Usah Khawatir Dengan UU Kewarganegaraan Baru

Selasa, 24 Desember 2019 14:25 Reporter : Hari Ariyanti
PM Narenda Modi Minta Muslim India Tak Usah Khawatir Dengan UU Kewarganegaraan Baru Narendra Modi. ©Reuters

Merdeka.com - Perdana Menteri India, Narendra Modi berusaha meyakinkan Muslim India atas undang-undang kewarganegaraan baru yang telah memicu protes mematikan dan membuat pemerintahan nasionalis Hindu-nya di bawah tekanan.

Sampai saat ini setidaknya 25 orang tewas selama dua pekan unjuk rasa dan kerusuhan setelah pemerintahan Modi mengesahkan UU tersebut yang dikritik sebagai UU anti Muslim. Sejumlah unjuk rasa juga terjadi pada Senin kemarin di negara mayoritas Hindu tersebut.

Dalam sebuah pidato di hadapan pendukung partainya di New Delhi pada Minggu, Modi mengatakan masyarakat Muslim yang memang asli India tak perlu khawatir dengan UU tersebut.

"Muslim yang merupakan putra tanah air ini dan yang nenek moyangnya adalah anak-anak ibu pertiwi India tak perlu khawatir," kata Modi, dilansir dari France 24, Selasa (24/12).

Modi menuding pihak oposisi, Partai Kongres menyebarkan isu bahwa Muslim akan dikirim ke kamp penahanan. Dia juga menuding partai tersebut mendukung kekerasan karena tidak mengecam sejumlah kekerasan yang pecah selama unjuk rasa.

"Tak ada pusat penahanan. Semua cerita tentang pusat penahanan itu bohong, bohong, dan bohong," kata dia.

Kendati Modi menegaskan demikian, namun di negara bagian Assam terdapat enam pusat penahanan yang memenjarakan lebih dari seribu tersangka imigran ilegal, dan rencananya akan dibangun 11 pusat penahanan tambahan. Menteri Dalam Negeri junior India melaporkan kepada parlemen 28 tahanan meninggal dunia di kamp tersebut dalam beberapa tahun terakhir.

Kementerian Dalam Negeri pada Juni menerbitkan sebuah "Model Penjara Manual 2019" kepada negara-negara bagian, meminta mereka membangun kamp di pintu masuk utama. Dua pusat penahanan direncanakan dibangun di Mumbai dan Bangalore.

1 dari 1 halaman

Modi juga mengatakan bahwa tak ada lagi diskusi atau pembahasan terkait registrasi warga nasional, yang dikhawatirkan warga Muslim akan dijadikan sasaran utama.

UU ini akan mempercepat proses permohonan kewarganegaraan bagi warga non Muslim dari tiga negara tetangga yang melarikan diri ke India karena persekusi agama di negara mereka sebelumnya. Warga yang diakomodir dalam UU tersebut yaitu Hindu, Sikh, Jain, Parsi, Buddha, dan Kristen. Muslim tak termasuk dalam UU tersebut.

Banyak pihak khawatir UU ini sebagai upaya pemerintahan Modi meminggirkan 200 juta warga Muslim di negara tersebut dan menjadikan India sebagai negara Hindu.

Pihak berwenang India mengatakan 7.500 orang ditangkap di bawah undang-undang darurat atau karena kerusuhan. Sebanyak 5.000 orang ditahan di negara bagian Uttar Pradesh di mana 17 orang tewas.

Pemerintah negara bagian mengatakan akan menyita dan melelang properti orang-orang yang terlibat dalam pembakaran dan perusakan properti publik untuk memulihkan kerusakan.

Polisi mengatakan mereka menyegel 70 toko milik para tersangka perusuh di distrik Muzaffarnagar di negara bagian itu, tempat dua pemrotes tewas pada Jumat. Sekitar 500 orang, lebih dari setengahnya adalah polisi, juga terluka di Uttar Pradesh. [pan]

Baca juga:
Bocah Delapan Tahun di India Tewas Saat Bentrokan Unjuk Rasa Tolak UU Kewarganegaraan
Mahathir Mohamad Kecam India Soal UU Kewarganegaraan Baru
Deretan Aktor Bollywood Dukung Demo Penolakan UU Kewarganegaraan Baru India
Tiga Orang Tewas Kena Peluru di India Saat Unjuk Rasa Penolakan UU Kewarganegaraan
India Larang Warga Berunjuk Rasa Memprotes UU Kewarganegaraan

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. India
  3. Narendra Modi
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini