PM Najib naikkan gaji PNS jelang pemilu Malaysia

Kamis, 5 April 2018 20:11 Reporter : Merdeka
PM Najib naikkan gaji PNS jelang pemilu Malaysia Najib Razak. reuters.com

Merdeka.com - Perdana Menteri Malaysia Najib Razak berjanji menaikkan gaji pegawai negeri sipil (PNS) Malaysia hingga mencapai total 1,46 miliar ringgit atau setara Rp 5,2 triliun.

"Pemerintah setuju menaikkan gaji setara dengan jumlah gaji satu tahun bagi 1,6 juta PNS... dengan tambahan 1,46 miliar mulai 1 Juli," ujar Najib dalam pertemuannya dengan para PNS di Putrajaya seperti dilansir laman the Straits Times, Kamis (5/4).

Sebelumnya, pada Oktober 2017, PM Najib telah menjanjikan pembayaran uang tunai senilai 1.500 ringgit bagi para PNS dan 750 ringgit bagi pensiunan PNS. Ini bagian dari anggaran tahun 2018.

Tahun 2012 atau jelang pemilu pada Mei 2013, PNS Malaysia juga mengalami kenaikan gaji.

PNS dinilai menjadi "lumbung suara" bagi pemerintahan koalisi yang berkuasa. Sebanyak 1,6 juta PNS Malaysia, kebanyakan adalah etnis Melayu yang secara "tradisional" merupakan pendukung koalisi Barisan Nasional yang berkuasa.

Namun, meningkatnya biaya hidup telah menjadi perhatian di kalangan PNS. Sejumlah pejabat dari partai yang berkuasa mengingatkan bahwa mereka bisa melawan jika isu ini tidak ditangani.

Tantangan PM Najib dalam pemilu kali ini adalah dugaan terseretnya dia dalam skandal 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

1MDB adalah lembaga investasi yang didirikan Pemerintah Negeri Jiran untuk memberikan manfaat pada rakyatnya. Gagasannya, 1MDB akan berinvestasi dalam sejumlah proyek di seluruh dunia, kemudian keuntungannya akan dikembalikan pada rakyat Malaysia.

Namun, dalam praktiknya, organisasi ini dituduh telah menyedot dana negara ke rekening pribadi PM Najib dan orang-orang dekatnya.

Kini, Amerika Serikat dan sejumlah negara lainnya tengah menyelidiki dugaan penggelapan dan pencucian uang lintas batas terkait 1MDB.

Departemen Kehakiman AS mengatakan, setidaknya USD 4,5 miliar telah dicuri dari 1MDB, dan dana sebesar USD 1,7 miliar telah digunakan untuk membeli aset di Negeri Paman Sam -- hal ini berpotensi menjadi penyitaan aset terbesar yang pernah ada.

PM Najib sendiri telah membantah keterlibatannya dalam skandal tersebut, meski kritik terhadap dirinya meluas.

Reporter: Khairisa Ferida

Sumber: Liputan6.com [pan]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini