Pertama Kali Ditemukan di Wuhan, Ilmuwan Sebut Virus Corona Tak Berasal dari China

Senin, 23 November 2020 07:28 Reporter : Hari Ariyanti
Pertama Kali Ditemukan di Wuhan, Ilmuwan Sebut Virus Corona Tak Berasal dari China Aktivitas warga Wuhan di Tengah Pandemi. ©2020 AFP/Hector RETAMAL

Merdeka.com - Semua bukti yang ada mengindikasikan bahwa virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 56 juta orang di seluruh dunia, boleh jadi pertama kali diidentifikasi di kota Wuhan, China tengah, tapi tak berasal atau dimulai dari sana. Demikian menurut salah satu ilmuwan ternama China.

"Wuhan ialah di mana virus corona pertama kali terdeteksi tapi bukan berasal dari sana," ujar mantan kepala epidemiologi Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit China (CDC), Zeng Guang, dalam sebuah konferensi akademik online pada Kamis, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), Minggu (22/11).

Zeng adalah ahli epidemiologi senior kedua China yang mengangkat isu kontroversial ini dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala epidemiolog CDC saat ini, Wu Zunyou, mengeluarkan pernyataan yang sama pekan lalu, mengatakan patogen tersebut bisa masuk ke China melalui produk seafood atau daging beku.

Komentar itu muncul ketika tim yang dibentuk WHO menyelidiki asal-usul virus corona. Misi tersebut, yang dimulai akhir bulan lalu, dimulai dengan pertemuan online antara ilmuwan China dan tim WHO, dan diharapkan untuk memasukkan penyelidikan di lapangan pada tahap selanjutnya.

Berbicara dalam konferensi yang diselenggarakan penerbit Amerika Serikat, Cell Press dan Komisi Iptek Kota Beijing, Zeng mengutip penelitian di Italia yang memperkirakan Sars-CoV-nama resmi virus corona, menyebar di antara individu tanpa gejala di Italia berbulan-bulan sebelum kasus pertama dilaporkan di Wuhan pada Desember tahun lalu.

Penelitian itu menemukan, antibodi spesifik untuk Sars-CoV-2 terdeteksi di sampel darah yang dikumpulkan dalam skrining uji coba kanker paru-paru antara September 2019 dan Maret 2020.

Menurut penelitian yang telah ditelaah sejawat, 11,6 persen dari 959 sukarelawan yang sehat mengembangkan antibodi virus corona sebelum Februari.

Baca Selanjutnya: Sistem Pemantauan Pneumonia...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini