Perawat di Wuhan: Belasan Petugas Medis Terinfeksi Virus Corona

Senin, 27 Januari 2020 18:20 Reporter : Pandasurya Wijaya
Perawat di Wuhan: Belasan Petugas Medis Terinfeksi Virus Corona Virus Corona di Wuhan. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Seorang perawat di Kota Wuhan, tempat asal mula menyebarnya virus corona, mengatakan kepada kantor berita CNN, sedikitnya ada belasan petugas medis yang terpapar virus corona.

"Sebagian dari mereka dirawat. Yang gejalanya ringan sudah dipulangkan dengan obat-obatan," kata seorang perawat yang tidak ingin diketahui namanya kepada CNN kemarin.

Si perawat itu menuturkan dia juga terpapar virus corona tapi gejalanya ringan. Dia dibolehkan pulang dan diperintahkan untuk mengisolasi diri sambil menjalani perawatan di rumah. Si perawat mengaku dia sangat gembira karena dibolehkan keluar rumah sakit karena di dalam rumah sakit virus itu sudah menyebar.

"Konsentrasi virus itu di rumah sakit sudah luar biasa," kata si perawat melalui pesan singkat WeChat.

Pemerintah China mengatakan mereka mengerahkan 1.600 petugas medis tambahan ke Wuhan untuk membantu kota itu menangani pasien virus corona. Demikian dikatakan Menteri Kesehatan Ma Xiaowei dalam jumpa pers kemarin.

Selain itu seribu petugas juga dalam keadaan siaga.

1 dari 2 halaman

Pemerintah China mengakui, Wuhan, kota berpenduduk 11 juta jiwa menjadi pusat merebaknya virus corona dan sebagian besar Provinsi Hubei kini kekurangan tenaga medis dan pasokan logistik.

Sejumlah petugas medis di Wuhan, termasuk empat orang yang berbicara kepada CNN melalui sambungan telepon mengaku mereka harus bertugas lembur dan sangat kekurangan sumber daya untuk menangani wabah virus corona.

"Dalam hal sumber daya, Wuhan sangat kewalahan," ujar seorang petugas medis di Wuhan kepada CNN melalui telepon. Dia mengatakan pihak rumah sakit membutuhkan lebih banyak pakaian pelindung, masker, dan kaca mata pelindung.

2 dari 2 halaman

Dalam jumpa pers kemarin, Wakil Menteri Perindustrian dan Informasi Teknologi, Wang Jiangping, mengatakan Hubei membutuhkan 100 ribu pakaian medis per hari--namun 40 pabrik di seantero China hanya mampu membuat 30.000 pakaian per hari.

Wang menuturkan pihak berwenang kini berusaha mencari pabrik untuk melanjutkan produksi--sebagian besar masih tutup karena libur Tahun Baru Imlek. [pan]

Baca juga:
China Desak Pembawa Acara TV yang Makan Sup Kelelawar Minta Maaf
Pemerintah Kirim Bantuan Logistik ke WNI yang Terisolasi di Wuhan
Menkes: 243 WNI di Wuhan Dalam Keadaan Sehat
Meski Ramai Virus Corona, Pemerintah Tak Larang Warga China Masuk Indonesia
Tips Sederhana Agar Terhindar dari Virus Corona
China Perpanjang Libur Imlek, Korban Meninggal Virus Corona Jadi 80 Orang
China Perpanjang Libur Imlek, Korban Meninggal Virus Corona Jadi 80 Orang

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini