Penelitian: Virus Corona Sensitif dengan Cuaca Panas, Menyebar Cepat di Cuaca Dingin
Merdeka.com - Hasil penelitian dari Universitas Sun Yat-sen di Guangzhou, China menyimpulkan virus corona boleh jadi menyukai suhu tertentu untuk bisa menyebar lebih cepat.
Tim peneliti dari universitas itu melakukan kajian untuk menentukan bagaimana penyebaran virus corona bisa terpengaruh oleh pergantian musim dan temperatur.
Meski belum dievaluasi peneliti lain, hasil penelitian yang dipublikasikan bulan lalu itu mengindikasikan suhu panas bisa cukup berperan terhadap virus corona.
"Temperatur bisa cukup signifikan mempengaruhi penularan Covid-19. Dan kemungkinan ada suhu tertentu yang menyebabkan virus itu bisa menyebar luas," kata hasil penelitian tersebut, seperti dilansir laman South China Morning Post, Minggu (8/3).
"Virus itu sangat sensitif dengan suhu tinggi yang berarti di negara lebih panas bisa mencegah virus itu menyebar dan sebaliknya di negara lebih dingin bisa menyebar lebih cepat," kata penelitian.
Dengan begitu, negara atau kawasan yang suhunya lebih rendah bisa menerapkan aturan yang lebih ketat untuk mencegah penyebaran virus corona.
Penelitian Terpisah
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comBanyak negara dan otoritas kesehatan menganggap virus corona akan kehilangan potensi penyebarannya ketika cuaca semakin panas layaknya virus yang menyebabkan flu biasa dan influenza.
Namun penelitian terpisah oleh kelompok peneliti, termasuk Marc Lipsitch dari Sekolah Kesehatan Umum T.H Chan Harvard, menemukan penularan corona tetap terjadi dan bisa terus menyebar di berbagai kondisi suhu--dari mulai di provinsi dingin, kering hingga tropis di China seperti wilayah otonomi Guangzi Zhuang di sebelah selatan dan Singapura.
"Cuaca sendiri, seperti meningkatkan suhu dan kelembapan seiring musim semi datang beberapa bulan lagi di wilayah Bumi utara tidak secara langsung membuat kasus corono menurun jika tanpa penerapan aturan ketat dari otoritas kesehatan," kata studi yang dipublikasikan Februari lalu itu. Penelitian itu juga masih menunggu evaluasi dari segi keilmuan oleh peneliti lain.
Tim peneliti dari Guangzhou menuliskan hasil kajian mereka berdasarkan kasus-kasus corona yang dikonfirmasi di seluruh dunia antara 20 Januari hingga 4 Februari, termasuk lebih dari 400 kasus di berbagai kota dan wilayah di China. Kasus-kasus ini kemudian dibuatkan modelnya dengan data meteorologi di seluruh wilayah China dan kota-kota yang terdampak dari Januari.
Iklim Ikut Berperan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comHasil analisis ini memperlihatkan kasus corona meningkat seiring naiknya suhu hingga pada puncaknya yaitu 8.72 derajat Celcius lalu kemudian turun.
"Temperatur punya dampak terhadap lingkungan tempat orang tinggal dan dalam konteks kesehatan publik bisa berperan cukup signifikan dalam pengendalian dan penyebaran epidemik," ujar penelitian itu.
Juga dikatakan iklim bisa jadi ikut berperan dalam hal mengapa pertama kali penyebaran virus ini bermula dari Wuhan.
Peneliti lain seperti Hassan Zaraket, asisten direktur Pusat Penelitian Penyakit Menular di Universitas Amerika Beirut mengatakan ada kemungkinan suhu lebih hangat dan lembap akan membuat virus corona tidak stabil dan lebih sulit menyebar seperti halnya jenis patogen lain.
"Kami masih mempelajari virus ini, tapi berdasarkan apa yang kami tahu dari jenis virus corona yang lain, kami bisa berharap," kata dia.
"Seiring suhu yang makin menghangat, stabilitas virus ini bisa menurun dan jika cuaca bisa membantu kita mengurangi penyebaran dan stabilitas lingkungan dari virus ini maka mungkin kita bisa memutus rantai penyebarannya."
Mike Ryan, direktur eksekutif program Kesehatan Darurat di Badan Kesehatan Dunia (WHO) juga menyerukan warga untuk tidak berasumsi wabah ini akan otomatis lenyap pada musim panas.
"Kita harus menganggap virus ini punya kemampuan akan terus menyebar. Keliru jika mengatakan virus ini akan hilang sendiri seperti flu. Kita tidak bisa berasumsi seperti itu dan tidak ada bukti," kata Ryan.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya