Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penelitian: Tiga juta warga Amerika bawa senjata api tiap hari

Penelitian: Tiga juta warga Amerika bawa senjata api tiap hari penembakan di las vegas. ©2017 AFP Photo/David Becker

Merdeka.com - Hasil penelitian Harvard School of Public Health di Universitas Colorado dan Northeastern, Amerika Serikat yang dirilis kemarin menyatakan sekitar tiga juta warga Negeri Paman Sam membawa senjata api saban hari. Sementara sembilan juta lainnya setidaknya membawa senjata api sebulan sekali.

Laman Press TV melaporkan, Jumat (20/10), kebanyakan mereka yang membawa senjata adalah kaum muda tinggal di negara bagian sebelah selatan dan beraliran politik konservatif.

Mereka yang membawa senjata itu sebagian besar dibesarkan di keluarga yang memang biasa membawa senjata api dengan alasan keamanan.

Penelitian ini berdasarkan pengamatan selama 20 tahun tentang kebiasaan membawa senjata di tengah masyarakat AS.

"Penelitian tentang kebiasaan membawa senjata ini penting karena 90 persen pembunuhan terjadi di tengah masyarakat karena senjata api," kata ketua tim peneliti Ali Rauhani Rahbar, profesor di Universitas Washington.

Data penelitian ini diperoleh dari survei nasional pada 2015 kepada 1.444 pemilik senjata tentang kebiasaan mereka membawa senjata.

penembakan di las vegas

penembakan di las vegas ©2017 AFP Photo/David Becker

Hasil jajak pendapat mengatakan 80 persen pemilik punya izin membawa senjata dalam keadaan pelatuk terkunci. Sejumlah pemilik mengatakan mereka membawa senjata tanpa pelatuk terkunci yang artinya tidak berizin dan itu ilegal.

Sebuah penelitian di LAs Vegas, Negara Bagian Nevada, tempat terjadinya penembakan teranyar, menyatakan, lebih dari 100 ribu orang di AS ditembak dengan senjata api dan biaya yang dihabiskan dalam peristiwa itu mencapai USD 45 miliar, angka itu termasuk biaya perawatan rumah sakit. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP