Penelitian: Lebih dari Setengah Orang Amerika Pernah Tertular Covid

Rabu, 27 April 2022 12:45 Reporter : Hari Ariyanti
Penelitian: Lebih dari Setengah Orang Amerika Pernah Tertular Covid Suasana di bandara Denver, Colorado, AS pada 24 November 2020. ©Kevin Mohatt/Reuters

Merdeka.com - Setelah rekor lonjakan kasus Covid-19 selama gelombang wabah yang disebabkan varian Omicron, sebanyak 58 persen dari seluruh populasi masyarakat Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 75 persen populasi anak pernah terinfeksi Covid-19. Ini berdasarkan hasil survei darah di seluruh AS yang dirilis pada Selasa.

Penelitian yang diterbitkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) ini menandai pertama kalinya setengah lebih dari populasi AS terinfeksi virus corona sedikitnya satu kali. Penelitian ini juga memberikan penjelasan rinci terkait dampak lonjakan wabah Omicron di AS.

Sebelum Omicron ditemukan di AS pada Desember 2021, sepertiga populasi AS pernah tertular virus corona.

Menurut data terbaru, Omicron menyebabkan infeksi di setiap kelompok umur, tapi anak-anak dan remaja yang sebagian besar belum divaksinasi, memiliki angka infeksi tertinggi. Sedangkan orang berusia 65 tahun ke atas, yang merupakan populasi dengan tingkat vaksinasi tinggi, angka infeksinya paling rendah.

Selama periode Desember sampai Februari, ketika kasus Omicron melonjak di AS, 75,2 persen anak-anak usia 11 tahun ke bawah ditemukan memiliki antibodi berkaitan dengan infeksi dalam darah mereka, naik dari 44,2 persen pada periode tiga bulan sebelumnya.

Di antara mereka yang berusia 12-17 tahun, sebanyak 74,2 persen memiliki antibodi tersebut, naik dari 45,6 persen yang tercatat pada periode September sampai Desember.

Para ilmuwan meneliti antibodi khusus yang diproduksi untuk melawan virus SARS-CoV-2 penyebab Covid yang hanya muncul setelah infeksi dan tidak disebabkan vaksin Covid-19. Jejak antibodi ini masih bisa ditemukan di dalam darah sepanjang dua tahun.

"Memiliki antibodi yang disebabkan infeksi bukan berarti Anda terlindungi dari infeksi di masa yang akan datang," jelas salah satu penulis penelitian dari CDC, Kristie Clarke, dalam jumpa pers, dikutip dari Reuters, Rabu (27/4).

"Kami tidak meneliti apakah orang-orang memiliki tingkat antibodi yang memberikan perlindungan terhadap infeksi ulang atau penyakit parah," lanjutnya.

2 dari 2 halaman

Dampak subvarian Omicron

Direktur CDC, Dr Rochelle Walensky mengatakan kepada wartawan, infeksi Covid-19 di AS meningkat 22,7 persen pekan lalu menjadi 44.000 per hari. Rawat inap juga mengalami peningkatan dalam dua pekan berturut-turut, naik 6,6 persen. Lonjakan kasus ini sebagian besar disebabkan subvarian Omicron.

Walaupun angka kematian turun 13,2 persen dari minggu ke minggu, AS segera mencapai angka 1 juta kasus kematian karena Covid-19.

Walensky mengatakan, varian BA.1, yang disebabkan gelombang Omicron, hanya mencakup 3 persen penularan di AS saat ini. Namun subvarian yang pertama kali ditemukan di New York yang disebut BA.2.121 mencakup hampir 30 persen kasus Covid di AS, dan diperkirakan 25 persen lebih menular daripada subvarian Omicron BA.2 yang sangat menular.

CDC merekomendasikan masyarakat tetap memakai masker di tempat umum yang tertutup atau dalam ruangan, khususnya di daerah yang tingkat penyebaran Covidnya tinggi.

Walensky menambahkan, CDC juga tetap merekomendasikan masyarakat memakai masker di transportasi umum, dan menekankan vaksinasi masih menjadi strategi paling aman untuk mencegah komplikasi akibat Covid-19.

Berdasarkan data federal, lebih dari 66 persen populasi AS telah divaksinasi penuh atau lengkap dan hampir 46 persen telah menerima vaksinasi booster. [pan]

Baca juga:
WHO Nilai Dunia Makin Abai dengan Penularan Covid
China Temukan Subvarian Baru dari Omicron
Kesalnya Warga Shanghai karena Rumah Mereka Dipagari Tinggi Tanpa Alasan
Varian Omicron XE Terdeteksi di Selandia Baru
Covid-19 Kembali Jadi Penyebab Kematian Terbanyak Ketiga di AS
New Delhi Kembali Wajibkan Pemakaian Masker Setelah Kasus Covid-19 Melonjak

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini