Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah Filipina larang pemakaian sepatu hak tinggi di tempat kerja

Pemerintah Filipina larang pemakaian sepatu hak tinggi di tempat kerja Sepatu hak tinggi. boldsky.com

Merdeka.com - Pemerintah Filipina melarang perusahaan mewajibkan pegawai perempuan untuk memakai sepatu hak tinggi di tempat kerja. Keputusan tersebut diambil sebab banyak pegawai mengeluh kesehatannya terganggu akibat diharuskan berdiri dalam jangka waktu panjang dengan sepatu tinggi saat bekerja.

"Ini adalah bentuk penyiksaan, penindasan, dan perbudakan. Bayangkan harus menanggung rasa sakit itu selama delapan sampai 10 jam sehari," kata juru bicara Associated Labourions, Alam Tanjusay, seperti dilansir dari laman AFP, Senin (25/9).

"Ini juga bentuk seksisme karena para pemilik perusahaan mengatakan wanita memakai sepatu hak tinggi terlihat lebih tinggi, seksi, menarik, dan bisa menjual produk lebih banyak. Mereka tidak tahu bahwa sebenarnya wanita menderita," lanjutnya.

Peraturan baru ini mulai diberlakukan kemarin untuk beberapa pekerjaan yang mengharuskan pegawai wanitanya berdiri mengenakan sepatu hak tinggi cukup lama, seperti pramuniaga toko, resepsionis hotel, hingga pramugari.

Perusahaan dituntut untuk menerapkan penggunaan sepatu praktis dan nyaman agar kesehatan pegawai bisa sehat kembali. Para pegawai wanita itu dianjurkan mengenakan sepatu dengan hak 2,54 centimeter atau lebih tinggi sesuai dengan kemampuan pemakainya.

Selain itu, Departemen Tenaga Kerja juga memerintahkan perusahaan untuk memberi pegawai waktu istirahat atau kursi agar mengurangi waktu mereka berdiri atau berjalan. (mdk/ary)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP