Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pembunuh dua WNI di Hong Kong sewa pelacur seharga Rp 19 juta

Pembunuh dua WNI di Hong Kong sewa pelacur seharga Rp 19 juta Rurik Jutting. ©Daily Mail

Merdeka.com - Bankir asal Inggris yang membunuh dua warga negara Indonesia di Hong Kong, Rurik Jutting, dilaporkan menyewa layanan pelacur dengan harga Rp 19 juta beberapa hari sebelum dia membunuh.

Seorang sumber menyebutkan Jutting sebelumnya sudah berhubungan dengan Sumarti Ningsih dan Jesse Lorena selama beberapa kali dalam beberapa kesempatan setelah bertemu di sebuah kelab malam, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Selasa (4/11).

Seorang pelacur rekan korban mengatakan, Jutting sempat terlihat mencekik Lorena di luar kelab malam setelah keduanya cekcok beberapa jam sebelum dia dibunuh.

Seorang rekan lain menyatakan pria lulusan Cambridge yang mengaku psikopat itu berencana menggelar pesta seks sambil mabuk selama dua atau tiga hari. Dia bahkan sudah mempersiapkan sepuluh atau sebelas pelacur buat acara pesta seks itu.

"Dia mau membayar satu pelacur sekitar Rp 17 juta semalaman. Jadi total dia bisa menghabiskan Rp 170 juta dalam sekali pesta seks," ujar sumber itu.

Di dalam apartemen Jutting, kata sumber itu, ada kolam renang dan sauna, serta sebuah kamar tempat dia biasa membawa pelacur-pelacur."

Beberapa hari sebelum dibunuh, Ningsih diketahui mengatakan kepada seorang teman pelacur, dia akan bertemu dengan seorang pria yang sudah memesannya dengan harga Rp 18 juta.

Sumber berinisial AJ itu mengatakan, Jutting kerap adu mulut dan menampar para pelacur itu saat mereka sedang bermain seks. Dia juga suka sesumbar punya duit banyak.

"Dia mengaku kaya, tapi dia orang yang kejam," kata AJ. "Para pelacur itu meminta uang muka tapi dia tidak memberikannya." (mdk/fas)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP