KAPANLAGI NETWORK
MORE
  • FIND US ON

Pembongkar skandal doping atlet China terpaksa kabur ke Jerman

Minggu, 13 Agustus 2017 12:19 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo
Li Ning (kiri) dan dr. Xue Yinxian (kanan). ©Yang Weidong-RFA

Merdeka.com - Seorang mantan kepala medis tim atlet senam China, dr. Xue Yinxian (79), kini mesti kabur ke Jerman buat mencari suaka lantaran diburu pemerintah Tiongkok. Penyebabnya adalah dia membongkar praktik culas pemberian zat pemacu (doping) direstui rezim Partai Komunis China, sehingga atlet Negeri Tirai Bambu itu kerap merajai kompetisi olahraga dunia.

Dokter perempuan itu berani membeberkan kecurangan pemerintah China dengan memberikan steroid atau hormon tambahan kepada para atletnya, buat mendominasi turnamen olahraga dunia seperti Olimpiade. Xue bahkan mengakui hal itu beberapa saat sebelum Olimpiade London dihelat 2012 lalu. Menurut dia, praktik seperti itu sudah jamak di negaranya. Atlet, kata dia, sengaja tidak diberi tahu tentang kandungan dan maksud pemberian doping, karena mereka cuma mengatakan itu adalah 'obat tambahan' dan tidak berbahaya.

Dilansir dari laman RFA, Minggu (13/8), sebagai kepala tim medis atlet senam sejak 1980, Xue akhirnya jengah juga. Sebab, beberapa atlet dia kenal dan menolak menggunakan doping justru didepak dari tim inti dan tidak diperhatikan.

"Semua dimulai pada 11 Oktober 1978. Wakil Direktur Lembaga Administrasi Olahraga China dalam sebuah rapat menyatakan, 'Kalau atlet negara lain bisa menggunakan zat pemacu, kenapa atlet China tidak'. Dia meminta supaya kami mempelajari penggunaan stimulan buat atlet," kata Xue.

Kemudian, seorang pendahulunya, dr. Chen Zhanghao, dikirim ke Prncis buat menimba ilmu soal seluk beluk doping. Setelah pulang, dia mengatakan zat itu penting supaya atlet tidak cepat lelah dan kehilangan tenaga.

Setelah anjuran itu diterima, maka mereka mulai memberikan doping kepada para atlet. Malah, hal itu diharuskan atas perintah Kepala Pelatihan Nasional China, Li Furong. Jika ada yang menolak, maka dia mengancam hal itu sama saja melawan negara.

"Yang menentang maka menjadi musuh negara dan partai," ujar Xue.

Xue menyatakan seluruh atlet China pada sejumlah cabang olahraga seperti atletik, senam, renang, angkat besi dipastikan menggunakan doping. Bahkan diajari bagaimana cara berkelit dalam tes doping. Namun, dia merasa atlet hanya jadi korban ambisi pemerintah Tiongkok. Sebab jika ada yang ketahuan menggunakan doping, maka rezim komunis China langsung 'cuci tangan'. Mereka balik menyalahkan atlet dengan tuduhan terlalu ambisius, serta pelatih yang tidak cermat mengawasi anak didiknya. Dengan begitu mereka lepas dari tanggung jawab.

Kini, Xue beserta anaknya Yang Weidong, dan istri sang anak, Du Xing, mesti sembunyi-sembunyi meski hidup Jerman. Rumahnya di China diacak-acak oleh aparat keamanan setelah dia membeberkan skandal itu. Mereka mencari catatan milik Xue berkaitan dengan pemberian doping kepada atlet China. Dia bisa pergi dari China setelah dokter pribadinya memberikan dia surat rujukan supaya berobat ke luar negeri. Sang dokter tahu kalau Xue tetap berada di sana bisa saja sewaktu-waktu dihabisi. Kini dia justru khawatir dengan nasib sang dokter. Malah menurut anaknya, Yang, agen intelijen China masih mencari-cari mereka di Jerman. [ary]

Topik berita Terkait:
  1. China
  2. Doping
  3. Dokter
  4. Olahraga
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.