Paus Fransiskus Kecam Budaya Konsumerisme Jelang Natal

Selasa, 3 Desember 2019 19:07 Reporter : Merdeka
Paus Fransiskus Kecam Budaya Konsumerisme Jelang Natal Paus Fransiskus. ©Daily Mail

Merdeka.com - Tradisi diskon besar-besaran menjelang Hari Raya Natal di berbagai negara kini sudah menjadi tren.

Pemimpin Umat Katolik Sedunia Paus Fransiskus mengatakan, tren berbelanja Natal menunjukkan perilaku konsumtif yang dapat menyerang iman seseorang. Dan sikap seperti itu adalah virus.

Dilaporkan DW, Senin (2/12), Paus Fransiskus mengingatkan bahwa makna hidup bukanlah berarti menimbun materi. Para jemaah di Vatikan dia ajak agar tidak terlena dengan "cahaya konsumsi yang menyilaukan" yang banyak muncul di musim Natal ini.

"Jika kamu hidup demi materi, maka hal itu tidak akan terasa cukup, rasa tamak tumbuh, orang lain pun malah (dianggap) menjadi penghalang dalam kompetisi," ujar Paus pada sebuah misa di Vatikan.

Paus Fransiskus menyayangkan budaya konsumerisme sedang menguasai dunia. Menurutnya, perilaku konsumtif membuat orang percaya bahwa hidup berdasarkan apa yang mereka miliki, bukan bergantung pada keimanan seseorang. Statista memperkirakan belanja musim liburan Natal tahun ini akan menembus USD 729,3 miliar atau Rp10.301 triliun, dan itu baru untuk satu negara saja, yakni Amerika Serikat.

Baca Selanjutnya: Jangan Tamak dan Konsumtif...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini