Partai Narendra Modi Kalah dalam Pemilu Lokal di Tengah Tsunami Covid-19 India

Senin, 3 Mei 2021 12:39 Reporter : Hari Ariyanti
Partai Narendra Modi Kalah dalam Pemilu Lokal di Tengah Tsunami Covid-19 India Narendra Modi. ©Reuters

Merdeka.com - Partai nasionalis Hindu Perdana Menteri India Narendra Modi mengalami kekalahan pada Minggu dalam pemilu lokal. Partainya, Bharatiya Janata Party (BJP) kalah di sejumlah TPS di negara bagian utama.

Selama sebulan terakhir India menyelenggarakan pesta demokrasi terbesar dalam dua tahun, di mana 175 juta pemilih yang memenuhi syarat menggunakan haknya dalam lima pemilu regional.

Pemungutan suara maraton yang juga kampanye massal di mana peserta tidak memakai masker, dan lonjakan kasus infeksi virus corona yang memecahkan rekor dunia bertepatan dengan fase akhir pemungutan suara.

Para ahli menyalahkan pemerintah karena berpuas diri terhadap penanganan pandemi gelombang pertama, termasuk festival keagamaan yang dihadiri jutaan umat Hindu dan kampanye politik atas lonjakan infeksi pada gelombang kedua ini.

Pemilu paling penting berlangsung di negara bagian West Bengal, yang berpenduduk 90 juta orang.

Modi dan tangan kanannya, Menteri Dalam Negeri Amit Shah, berkampanye jor joran di negara bagian tersebut ketika mereka berusaha untuk mengakhiri satu dekade pemerintahan yang dipimpin Mamata Banerjee.

Tetapi ketika hasil penghitungan suara mulai mengalir, partai Banerjee, Trinamool Congress (TMC) berada di jalur kemenangan untuk masa jabatan ketiga. Ribuan pendukung TMC turun ke jalan-jalan, terlepas dari larangan perayaan terkait virus.

Dalam pidato kemenangan pada Minggu, Banerjee (66) menyampaikan “tantangan langsung West Bengal adalah memerangi Covid-19 dan kami yakin bahwa kami akan menang”.

“Kemenangan ini telah menyelamatkan kemanusiaan, rakyat India. Ini kemenangan India,” kata Banerjee, pengkritik keras Modi, dikutip dari AFP, Senin (3/5).

Modi mengucapkan selamat di Twitter, tapi menambahkan dukungan untuk partainya meningkat di negara bagian tersebut.

Namun Banerjee kehilangan kursinya di Nandigram karena mantan orang kepercayaan yang membelot ke BJP. Banerjee berjanji menggugat ke pengadilan. Dia masih bisa dilantik kembali sebagai menteri utama, tetapi harus dipilih di daerah pemilihan lain dalam waktu enam bulan.

Sebelumnya, pemungutan suara untuk dua daerah pemilihan ditunda setelah dua kandidat meninggal karena Covid-19.

Baca Selanjutnya: Di Puducherry - bekas koloni...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini