Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Myanmar tangkap polisi terkait video penyiksaan warga Rohingya

Myanmar tangkap polisi terkait video penyiksaan warga Rohingya penyiksaan polisi Myanmar terhadap warga Rohingya. ©YouTube

Merdeka.com - Pemerintah Myanmar hari ini mengatakan telah menangkap sejumlah petugas polisi terkait kasus beredarnya video memperlihatkan warga Rohingya dipukuli dan ditendang oleh aparat.

Pemerintah berjanji akan mengambil tindakan terhadap polisi yang diduga menganiaya warga desa muslim Rohingya dalam operasi 5 November lalu di Desa Kotankauk.

Sejauh ini sudah ada empat nama polisi yang disebut dalam pernyataan pemerintah, termasuk Zaw Myo Htike, polisi yang merekam video kejadian itu dengan gaya swafoto.

"Mereka yang teridentifikasi sudah ditahan. Penyelidikan lanjutan sedang dilakukan untuk mengungkap polisi lain yang memukuli warga desa dalam operasi itu," ujar pernyataan pemerintah, seperti dilansir koranthe Straits Times, Senin (2/1).

Sebelumnya sudah pernah beredar puluhan video memperlihatkan aparat Myanmar menganiaya warga Rohingya, namun ini baru kali pertama pemerintah menyatakan akan menindak para pelaku.

Dalam video yang beredar sejak dua hari lalu itu sejumlah anggota polisi memukuli bagian kepala bocah laki-laki ketika dia sedang berjalan untuk bergabung dengan puluhan warga desa yang dibariskan duduk di tanah dengan tangan di belakang kepala.

Tak hanya itu, para polisi berseragam itu juga menendang dan memukuli kaum pria dalam barisan itu.

Seorang pegiat Rohingya yang dihubungi kantor berita AFP mengatakan peristiwa dalam video itu sudah dikonfirmasi kebenarannya oleh seorang pengungsi di kamp Shilkhali, tidak jauh dari lokasi kejadian.

Menurut media pemerintah, sejauh ini sudah 600 warga ditangkap aparat sejak operasi militer, termasuk enam orang tewas dalam penahanan polisi.

(mdk/pan)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP