Mumi Mesir Berusia 3000 Tahun Awalnya Dikira Jasad Manusia, Ternyata Bukan
Merdeka.com - Ahli menemukan dua mumi Mesir berusia 3000 tahun yang sempat dikira sebagai manusia. Namun, setelah dipindai lebih lanjut, itu bukan mumi manusia.
Dilansir dari Anciet Origins, dua mumi ini awalnya dianggap anak mumi karena memiliki penampilan seperti "manusia kecil". Namun, pemindaian CT pada 2020 ternyata seekor burung.
Tim peneliti menggabungkan pemindaian CT konvensional dengan pemindaian CT energi ganda mutakhir, juga dikenal sebagai "CT Spektral".
Menurut direktur pencitraan medis di Rambam, Marcia Javitt, jaringan jasad mumi itu berbeda dengan manusia atau hewan hidup karena tulangnya kurang padat.
"Dengan mumi, tulang menjadi kurang padat, jaringan menjadi kurang padat. dehidrasi, dan tidak seperti memindai hewan hidup, manusia atau makhluk lain, karena hubungan jaringannya jauh berbeda," jelas Jarvitt.
Burung pertama dilaporkan mewakili dewa Horus dan mumi "anak kecil" lainnya. Sedangkan mumi kedua penuh dengan lumpur dan biji-bijian berbentuk dewa Osiris.
Pengantar jiwa
Dewa Osiris adalah dewa kematian dan penguasa dunia bawah, dalam bentuk boneka yang dikemas dari lumpur dan biji-bijian.
Selama beberapa dekade, kedua sarkofagus kuno ini telah menjadi koleksi Museum Maritim Nasional.
Javitt juga mengatakan salah satu mumi yang lebih kecil itu kemungkinan besar kemungkinan besar seekor elang yang melambangkan dewa Horus.
Sedangkan yang lebih besar yang sempat dianggap manusia sebenarnya merupakan boneka tanaman buatan tangan yang mewakili dewa Osiris.
Para peneliti mengatakan kemungkinan kedua mumi ini dikuburkan dalam sebuah "Makam Firaun" sebagai persembahan.
Sehingga, terbentuk kemungkinan jika hewan dalam mumi ini dibuat sebagai pengantar jiwa Firaun setelah kematian.
Namun, hal ini belum dapat dibuktikan secara pasti.
Reporter magang: Yobel Nathania
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya