Misteri Musnahnya Seluruh Manusia di Inggris 8.000 Tahun Lalu Terungkap, Penyebabnya Mengerikan

Punahnya penduduk lokal ini terjadi pada Zaman Batu, sekitar 8.000 tahun lalu.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Misteri Musnahnya Seluruh Manusia di Inggris 8.000 Tahun Lalu Terungkap, Penyebabnya Mengerikan
Misteri Musnahnya Seluruh Manusia di Inggris 8.000 Tahun Lalu Terungkap, Penyebabnya Mengerikan (© Market Business News)

Tsunami dahsyat menghantam seluruh Eropa utara lebih dari 8.000 tahun lalu, yang diperkirakan memusnahkan seluruh penduduk Inggris Raya utara Zaman Batu, berdasarkan hasil penelitian baru.


Ketika bencana yang disebut tsunami Storegga itu menerjang, jumlah populasi lokal menurun drastis. Tapi sebelumnya penurunan jumlah populasi ini tidak pernah dikaitkan dengan tsunami tersebut.

Sumber: IFL Science

Dok. Istimewa
© Market Business News

Selama periode Mesolitikum atau Zaman Batu Pertengahan, populasi Inggris Raya utara sangat sedikit, hanya sekitar 1.000 orang.

Foto: Market Business News

Catatan arkeologi menunjukkkan, sekitar 8.200 tahun lalu, jumlah situs atau tempat-tempat yang berpenghuni di Eropa barat laut menurun drastis. Ini sebelumnya dikaitkan degan penurunan suhu di seluruh benua tersebut, walaupun beberapa peneliti berpendapat masyarakat pesisir kemungkinan tidak terdampak perubahan iklim ketika itu.

Menariknya, tsunami Storegga juga sejalan dengan kematian massal ini, yang terjadi antara 8.120 dan 8.175 tahun yang lalu. Dipicu oleh tanah longsor besar di bawah air di lepas pantai Norwegia, peristiwa ini menyebabkan gelombang raksasa setinggi lebih dari 20 meter menghantam Kepulauan Shetland, yang terletak di utara daratan Skotlandia.

Dok. Istimewa
© Todd Turner/Unsplash.com

Lebih jauh ke selatan di Inggris utara, ketinggian ombak mencapai antara 3 dan 6 meter.

Foto: Todd Turner/Unsplash.com 

Untuk menyelidiki apakah tsunami dapat menyapu bersih populasi lokal, penulis penelitian menghasilkan simulasi gelombang komputer di situs penting Mesolitikum bernama Howick di Northumberland, timur laut Inggris

Di sini, ditemukan inti sedimen yang berumur sekitar waktu terjadinya tsunami tersebut, yang menunjukkan bahwa situs tersebut mungkin telah terendam banjir selama terjadinya bencana. 

Namun, sebagian besar inti sedimen dipenuhi pasir kasar, yang berbeda dengan sedimen berpasir halus yang biasanya diendapkan oleh tsunami. Hal ini menimbulkan beberapa perselisihan mengenai apakah gelombang Storegga benar-benar mencapai Howick atau tidak.

Para peneliti mensimulasikan gelombang tersebut berdasarkan dua skenario perubahan permukaan laut yang berbeda, dan menemukan tsunami tidak mencapai sejauh Howick – kecuali terjadi pada saat air pasang. “Jika tsunami terjadi pada saat air pasang maka jarak genangan akan semakin besar akibat bertambahnya ketinggian air,” jelas mereka.


“Selain itu, gelombang yang dihasilkan… (cukup) untuk mengangkut kerikil kasar,” kata para peneliti, yang menunjukkan inti ini mungkin akibat tsunami.

Jika hal ini terjadi, konsekuensinya kemungkinan bencana besar.


"Di Howick, perkiraan angka kematian bervariasi namun mencapai 100 persen di zona pasang surut yang kaya sumber daya," kata peneliti.

Selain menewaskan siapa pun yang diterjangnya, gelombang ini juga akan memusnahkan sumber makanan, sehingga berkontribusi terhadap penurunan populasi besar-besaran di seluruh barat laut Eropa.

“Hal ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa tsunami kemungkinan besar menjadi penyebab penurunan populasi di Inggris Utara pada periode setelah 8.200 (tahun lalu) ketika tsunami terjadi,” para penulis menyimpulkan.


Studi ini dipublikasikan dalam Journal of Quaternary Science.

Rekomendasi