Merkel dan Macron Dituding Pengecut karena Bungkam atas Kasus Jamal Khashoggi

Jumat, 15 November 2019 19:20 Reporter : Hari Ariyanti
Merkel dan Macron Dituding Pengecut karena Bungkam atas Kasus Jamal Khashoggi Presiden Prancis Emmanuel Macron. Reuters

Merdeka.com - Pelapor khusus PBB Agnes Callamard pada Kamis melontarkan kritik tajam kepada Kanselir Jerman Angela Merkel dan Presiden Prancis, Emmanuel Macron karena bungkam atas kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Khashoggi dibunuh tahun lalu di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Diduga pembunuhan tersebut atas perintah putra mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman (MBS).

"Insiden ini (pembunuhan Khashoggi) menunjukkan kepada kita kepengecutan komunitas internasional," kata Callamard kepada Business Insider, dilansir dari laman Middle East Monitor, Jumat (15/11).

Dia mengkritik sejumlah pemimpin dunia yang alih-alih menjaga jarak dengan Pangeran MBS, namun justru melanjutkan kerjasama dengannya.

"Ketika Donald Trump melakukan ini, itu soal lain. Tapi tak dapat diterima jika pemimpin Eropa seperti Angela Merkel atau Emmanuel Macron juga bergabung dengan parodi ini," jelasnya.

Callamard mengkritik Merkel dan Macron karena menghadiri sesi foto bersama MBS saat pertemuan puncak G20 di Osaka, Jepang pada Juni lalu.

"Merkel dan Macron seharusnya menunjukkan keberanian dan karakter moral, dan tidak ikut dalam sesi foto bersama bin Salman," dia menekankan.

Setelah dibunuh, tubuh Khashoggi dimutilasi dan jasadnya tidak pernah ditemukan.

Dalam sebuah laporan di bulan Mei, Callamard menyimpulkan pembunuhan itu disengaja dan direncanakan, dan menyerukan penyelidikan MBS. Pejabat Saudi menggambarkan insiden itu sebagai operasi jahat yang tidak melibatkan MBS.

1 dari 1 halaman

Pangeran MBS Buka Suara

Setelah hampir setahun kasus pembunuhan wartawan Jamal Khashoggi, tiba-tiba Pangeran MBS mengaku bertanggung jawab 'karena peristiwa itu terjadi dalam pengawasannya'. Pernyataan itu disampaikan MBS dalam sebuah tayangan dokumenter PBS yang akan disiarkan.

"Itu (pembunuhan Khashoggi) terjadi dalam pengawasan saya. Saya menanggung semua tanggung jawab karena terjadi di bawah pengawasan saya," kata MBS.

Ketika ditanya mengapa pembunuhan Kashoggi bisa terjadi tanpa dia mengetahui soal itu, Pangeran MBS mengatakan, "Kami punya 20 juta rakyat. Kami punya tiga juta pegawai pemerintah."

"Dan mereka bisa memakai salah satu dari pesawat jet Anda?" tanya Smith dari PBS.

"Saya punya para pejabat, menteri untuk melakukan tugas, dan mereka bertanggung jawab. Mereka punya otoritas untuk melakukan itu," jawab MBS. [pan]

Baca juga:
Menantu Donald Trump Izinkan Saudi Tangkap Jamal Khashoggi
Penyelidik PBB: Pangeran MBS Hendak Mengelak dari Tuduhan Pembunuh Khashoggi
Jurnalis Peringati Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi
Setahun Pembunuhan Jamal Khashoggi, Tujuh Pertanyaan Masih Jadi Misteri
Pangeran MBS: Saya Tidak Perintahkan Khashoggi Dibunuh
Pangeran Muhammad bin Salman Akhirnya Buka Suara Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini