Menyusuri Wuhan, Kota di China Tempat Wabah Virus Corona Pertama Kali Ditemukan

Sabtu, 25 Januari 2020 07:34 Reporter : Hari Ariyanti
Menyusuri Wuhan, Kota di China Tempat Wabah Virus Corona Pertama Kali Ditemukan Pasar Ikan di Wuhan. ©HECTOR RETAMAL/AFP

Merdeka.com - Bagi banyak orang, Wuhan sebelumnya adalah kata yang tak dikenal, hingga kota di China itu menjadi sorotan karena wabah virus corona mematikan menjadi berita utama di seluruh dunia. Wuhan, sebenarnya adalah salah satu kota terpadat di China, kota besar seperti Shanghai dan Beijing.

Dengan populasi lebih dari 11 juta penduduk menurut pejabat pemerintah, Wuhan adalah ibu kota Provinsi Hubei dan kota terbesar di wilayah China tengah.

Terletak di sisi Sungai Yangtze, sekitar 800 kilometer barat Shanghai, atau empat jam perjalanan jika menggunakan kereta berkecepatan tinggi.

Kota ini, yang membentang 8.494 kilometer persegi, telah memainkan peran utama dalam rencana pemerintah untuk meremajakan wilayah pusat negara selama lebih dari satu dekade.

1 dari 3 halaman

Kota Transportasi

Seperti dilansir dari CNN, Jumat (24/1), berkat lokasinya yang strategis, Wuhan sering disebut sebagai "jiu sheng tong qu," yang berarti jalan utama dari sembilan provinsi.

Selain jaringan kereta api konvensional, Wuhan adalah salah satu perhentian di dua jalur kereta api kecepatan tinggi utama: Beijing-Guangzhou (dari utara ke selatan) dan kereta api kecepatan tinggi Shanghai-Chengdu (dari timur ke barat).

Ini juga rumah bagi satu dari hanya empat pusat perawatan kereta api utama di negara ini.

Beralih ke penerbangan, Bandara Internasional Tianhe adalah satu-satunya bandara di wilayah China tengah yang memiliki penerbangan langsung ke lima benua.

Menurut data dari situs web penerbangan Flightconnections.com, Bandara Wuhan melayani penerbangan penumpang non-stop ke 109 tujuan di 20 negara. Ini termasuk kota-kota besar seperti London, Moskow, Paris, Roma, New York, San Francisco, Bangkok, Tokyo, dan Seoul.

Jumlah penumpang bandara pada tahun 2018 melebihi 24 juta dan diharapkan mencapai 29 juta pada 2019.

2 dari 3 halaman

Penutupan Sementara

Pada 23 Januari, pejabat pemerintah mengumumkan penutupan sementara bandara dan stasiun kereta api Wuhan. Semua tiket kereta api yang keluar masuk Wuhan juga telah ditangguhkan, sementara beberapa maskapai internasional membatalkan penerbangannya ke Wuhan.

Semua layanan transportasi umum ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Penutupan ini diperkirakan akan menciptakan banyak kekacauan karena China sekarang berada di tengah-tengah Chunyun, atau perjalanan wisata Festival Musim Semi. Sekitar 3 miliar perjalanan diperkirakan akan dilakukan warga China yang mengunjungi keluarga mereka untuk merayakan Tahun Baru Imlek - banyak dari perjalanan itu melewati Wuhan.

3 dari 3 halaman

Pusat Manufaktur dan Wisata Sejarah

Wuhan adalah kota pusat manufaktur dengan fokus utama pada mobil dan peralatan medis: Bosch, yang berkantor pusat di Shanghai, memiliki dua pabrik di kota itu dan PSA memindahkan kantor pusat China mereka ke Wuhan baru-baru ini.

Tetapi pentingnya sejarah kota dapat ditelusuri kembali lebih dari 3.000 tahun. Wuhan terdaftar sebagai salah satu Kota Sejarah dan Budaya Ternama dan merupakan rumah bagi reruntuhan Kota Panlong.

Situs arkeologi, ditemukan pada 1950-an, termasuk kuburan dan fondasi istana dari kota bertembok kuno dari Dinasti Shang (1600-1046 SM). Di situlah Revolusi Xinhai pecah pada tahun 1911, yang mengarah pada penggulingan sistem kekaisaran China.

Selain objek wisata bersejarah, wisatawan mengunjungi Wuhan untuk melihat pemandangan alamnya seperti Gunung Mulan, daerah pegunungan suci bagi umat Tao dan Budha.

Wuhan juga merupakan titik loncatan yang populer bagi mereka yang menjelajahi Area Pemandangan Bendungan Tiga Ngarai, yang berjarak sekitar 400 kilometer di sebelah barat kota. Banyak pelancong yang pergi dengan kapal pesiar Sungai Yangtze memulai perjalanan mereka di atau dekat Wuhan. [pan]

Baca juga:
RSPI Sulianti Saroso Pastikan Satu Pasien Dirawat Negatif Virus Corona
Antisipasi Virus Corona, Shanghai Disney dan Tempat Wisata China Tutup
Antisipasi Wabah Virus Corona, Gerai McDonald's di Lima Kota di China Tutup
Darurat Virus Corona, Pembeli Masker di China Membeludak
Sudah 41 Orang Meninggal karena Virus Corona, Termasuk Dokter di China

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini