Membelot Dari Kim Jong Un, Diplomat Korut Minta Suaka ke Italia

Kamis, 3 Januari 2019 16:34 Reporter : Hari Ariyanti
Membelot Dari Kim Jong Un, Diplomat Korut Minta Suaka ke Italia Fakta unik Kim Jong-un. Brightside/cvn

Merdeka.com - Seorang Diplomat Korea Utara untuk Italia menghilang bersama seluruh anggota keluarganya untuk mencari suaka di Negara Barat. Diplomat tersebut yaitu Jo Song-gil, bersama anak dan istrinya, meminta perlindungan kepada pemerintah Italia awal Desember lalu.

Permintaan ini disebut sebagai upaya pembelotan Song-gil dari pemerintah Korea Utara yang dipimpin oleh Kim Jong Un. Demikian dilansir harian Joongang Ilbo yang mengutip sumber diplomatik, dilansir dari South China Morning Post, Kamis (3/1).

Sumber resmi yang tak disebutkan namanya mengatakan, pihak berwenang Itali merasa 'menderita' bagaimana harus bersikap tentang permintaan suaka ini. Namun sumber ini juga menyebut Song-gil dan keluarga sudah berada di tempat yang aman.

Agen Intelijen Korea Selatan menolak menanggapi dan tak mau memberi informasi terkait dugaan pembelotan itu.

"Kami tak mengomentari hal yang berkaitan dengan intelijen," kata Juru Bicara Badan Intelijen Nasional Korea Selatan.

Jika ini terkonfirmasi, ini akan menjadi pembelotan pertama diplomat Korut sejak 2016, ketika Wakil Duta Besar Korut untuk London, Thae Yong-ho melarikan diri ke Korsel bersama istri dan dua putranya.

Menurut harian Joongang Ilbo, Jo Song-gil menjabat Dubes setelah pemerintah Itali mengusir Dubes sebelumnya, Mun Jong-nam akibat uji coba nuklir keenam yang dilakukan Korut pada September 2017.

Song-gil bersama keluarganya tinggal di Roma sejak 2015 dan disebut tak memiliki sanak famili yang masih tinggal di Pyongyang, hak istimewa yang jarang diberikan pemimpin Korut dan hanya diberikan kepada para elit untuk mencegah pembelotan.

Jo Song-gil dikenal sebagai putra atau menantu pejabat tinggi di Korut, mengutip ahli Korut yang tak disebutkan namanya.

Dinasti Kim di Korut memerintah negara miskin tapi memiliki program pengembangan senjata nuklir selama tiga generasi. Rezim ini juga dikenal tak memiliki toleransi atas perbedaan pendapat dan dituduh sering melakukan pelanggaran HAM berat.

Salah seorang pembelot Korut mengungkapkan para Dubes Korut akan dipulangkan setelah bertugas selama tiga tahun di luar negeri. Banyak yang merasa enggan kembali ke Korut setelah selesai bertugas di negara berkembang dimana mereka bisa membesarkan anak-anak mereka di tengah lingkungan yang menyenangkan.

Thae Yong-ho menyampaikan motif penolakannya kembali ke Pyongyang adalah keinginannya membesarkan dua putranya di luar negara sosialis miskin itu. Sejumlah diplomat yang bertugas di luar negeri membelot ke Barat sepanjang tiga dekade terakhir.

Mereka di antaranya Ko Yong-hwan dan Hyon Song-il, yang membelot ke Korsel pada 1991 and 1996 setelah masing-masing menolak penempatan di Afrika. Termasuk juga Jang Sung-gil, mantan Dubes Korut untuk Mesir yang kemudian mendapat suaka dari pemerintah AS bersama keluarga dan saudara laki-lakinya yang juga seorang diplomat bertugas di London. [noe]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini