Membedah Akurasi Rudal-Rudal Rusia dalam Serangan ke Ukraina
Merdeka.com - Rusia sudah mengerahkan ratusan rudal balistik presisi di hari pertama serangan ke Ukraina. Namun sejumlah pengamat dan pejabat Amerika Serikat mengatakan banyak dari target pertahanan Ukraina justru masih utuh bertahan.
Serangan-serangan rudal Rusia ke Ukraina kini menjadi perhatian dunia.
Rudal balistik jarak pendek (SRBM) tampaknya dicermati dan dipelajari oleh China, Korea Utara serta negara lain yang sedang mengembangkan persenjataan canggih semacam itu dalam beberapa tahun terakhir. Dan juga negara Barat yang melihat Rusia sebagai musuh untuk mendapatkan data dari dampak rudal dalam perang.
Rusia sudah menembakkan lebih dari 320 rudal hingga Minggu pagi, sebagian besar adalah SRBM, kata seorang pejabat AS kepada wartawan, seperti dilansir laman Reuters, Senin (28/2).
Menurut perkiraan AS, pada jam-jam awal serangan Rusia pekan lalu ada lebih dari 100 rudal diluncurkan dari darat dan laut, sebagian besar adalah SRBM yang ditembakkan dari kapal perang atau sistem rudal darat.
Itu adalah serangan SRBM paling gencar dalam konflik antarnegara yang pernah ada, kata Ankit Panda, pengamat senior di Carnegie Endowment for International Peace yang berbasis di AS.
"Apa yang kita lihat di Ukraina berhubungan dengan armada militer di banyak negara, termasuk China dan Korea Utara, mereka pun mempertimbangkan akan menggunakan rudal balistik presisi dalam konflik di masa depan," kata dia.
Rudal akurat
Timothy Wright, pengamat dari International Institute for Strategic Studies, mengatakan Rusia tampaknya paling banyak menggunakan SRBM Iskander-M.
Rudal itu pertama digunakan pada perang 2008 di Georgia. Rudal ini dirancang untuk mengacaukan rudal pertahanan dengan meluncur pada lintasan rendah dan bermanuver guna menyasar target hingga sejauh 500 kilometer dengan akurasi 2-5 meter, kata Center for Strategic and International Studies (CSIS).
"Rudal ini bisa dengan akurat mengenai dan menghancurkan sasaran yang ditembak," kata Wright seraya mengatakan Rusia tampaknya punya sekitar 150 peluncur rudal dan bisa ditembakkan dari kapal perang.
Ada juga bukti Rusia menggunakan SRBM OTR-21 Tochka, rudal yang diketahui sudah pensiun, kata dia. "Kalau rudal ini masih ada di gudang penyimpanan, Rusia mungkin memilih untuk menggunakannya daripada membiarkannya."
Rudal Iskandar diluncurkan dari Belarusia dan menghantam sebuah bandara di Zhytomyr, sebelah utara Ukraina pada Minggu lalu, kata seorang penasihat menteri dalam negeri Ukraina.
"Kita melihat ada kerusakan di bandara dan tanmpaknya cukup akurat," ujar Jeffrey Lewis, pengamat rudal di James Martin Center for Nonproliferation Studies (CNS).
Sejumlah rudal yang ditembakkan dari pangkalan udara tampaknya punya lingkup terbatas, namun dalam sejumlah kasus berpotensi meleset, seperti mengenai pertokoan ketimbang pesawat musuh, kata Joseph Dempsey, pengamat pertahanan di IISS.
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUkraina memiliki sistem anti-rudal era Perang Dingin buatan Rusia S-300v yang juga memiliki kemampuan anti-rudal balistik, kata Wright. Belum jelas apakah pertempuran dengan rudal Rusia membuat sejumlah S-300v hancur karena hantaman serangan, kata dia.
Pejabat AS Minggu lalu menuturkan ada indikasi sejumlah rudal Rusia mengalami kegagalan.
"Tidak mayoritas memang. Tapi kami yakin sejumlah rudal tidak berhasil."
Rusia belum memperlihatkan kemampuan penuh serangan rudal dari udara dan tampaknya akan terus meningkatkan gelombang serangan dalam beberapa hari ke depan untuk melumat sistem pertahanan Ukraina, termasuk sejumlah unit anti-serangan udara yang menembak jatuh beberapa jet tempur Rusia, kata Institute for the Study of War dalam sebuah laporan yang berbasis di AS.
"Kegagalan Rusia dalam melancarkan serangan terhadap aset Ukraina cukup mengejutkan dari yang diduga dan itu membuat pertahanan Ukraina lebih tangguh," kata laporan itu.
Sejumlah kegagalan Rusia bisa jadi akibat kurangnya data pengintaian termutakhir, namun dari sejumlah target statis, tampaknya alasannya adalah keinginan untuk meminimalkan korban terhadap warga Ukraina, kata Dmitry Stefanovich, pengamat senjata di Moscow Institute of World Economy and International Relations.
"Sementara itu Iskandar-M adalah sistem rudal yang sangat mumpuni dan akurat serta dampak kerusakannya jelas bisa kian parah tergantung intensitas senjata yang digunakan," kata dia.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya