McDonald's India Diboikot karena Tampilkan Logo Halal

Rabu, 28 Agustus 2019 16:25 Reporter : Merdeka
McDonald's India Diboikot karena Tampilkan Logo Halal Ilustrasi McDonald. ©Shutterstock/Bikeworldtravel

Merdeka.com - McDonald's di India menghadapi aksi boikot dari kelompok sayap kanan Hindu, setelah gerai makanan cepat saji itu menyajikan makanan dengan sertifikasi halal. Keputusan McDonald's itu menuai kontroversi di jagat Twitter India.

"Semua restoran kami memiliki sertifikat HALAL. Anda dapat meminta manajer restoran terkait untuk menunjukkan kepada Anda sertifikasi untuk kepuasan dan mengonfirmasi," tulis perusahaan cepat saji itu, membalas pertanyaan warga net di akun Twitter @mcdonaldsindia.

Alih-alih memuaskan pelanggannya, jawaban McDonald's justru menuai amarah sejumlah orang. Menyusul setelah itu, seruan boikot dengan tagar #BoycottMcDonalds menjadi tren di India.

Dilansir dari Aljazeera pada Senin (26/8), banyak pihak yang mempertanyakan keputusan McDonald's menyajikan daging halal di India. Seperti yang diketahui, 80 persen dari 1,3 miliar penduduk India menganut agama Hindu, di mana konsumsi daging sapi dilarang oleh ajaran agamanya. Hal tersebut bertentangan dengan sertifikasi halal yang memperbolehkan penjualan daging sapi.

Selama ini, menu McDonald's di India secara umum tidak menjual produk daging sapi maupun babi. Sebagai gantinya, makanan cepat saji yang dijual merupakan olahan daging ayam, ikan, dan pilihan menu vegetarian.

Kata "halal" diadopsi dari bahasa Arab yang berarti diizinkan. Dalam hal ini, penggunaan kata "halal" berkaitan dengan penjualan makanan yang mengandung daging. Sertifikasi halal yang dimiliki restoran, membuktikan hewan yang disembelih sesuai dengan tradisi dan hukum Islam.

"Ini adalah serangan terang-terangan dan disengaja pada kepercayaan Hindu. India adalah 80 persen Hindu, dan di samping itu ada 4 persen Jain, Sikh, dan Budha," tulis seorang pengguna Twitter yang dikutip oleh Aljazeera.

"McDonald's telah mengkhianati 84 persen orang ini hanya untuk menenangkan 14 persen muslim," lanjutnya.

Hal serupa juga diungkapkan Presiden Nasional Hindu Sena (kelompok sayap kanan), Vishnu Gupta.

"McDonald's tidak bisa memaksakan daging halal pada sebagian besar umat Hindu yang makan jhatka," katanya.

Menurut Vishnu, McDonald's seharusnya mempertimbangkan kepentingan kelompok tertentu, atau dalam hal ini mengarah pada kelompok Hindu. Dirinya memperingatkan, jika McDonald's tidak mengubah kebijakannya, segera para pendukungnya kan melakukan protes di gerai-gerai McDonald's.

Sertifikasi halal McDonald's India menghidupkan perang argumen antar pengguna Twitter. Sejumlah pengguna Twitter menyebut McDonald's tidak peka, karena menggunakan metode Hindu untuk memotong hewan. Metode pemotongan hewan yang disebut "jhatka", merupakan proses penjagalan hewan dengan satu kali pukulan.

Sementara, pengguna lain menyerukan umat Islam untuk tidak menyembelih hewan kurban dan merayakan Idul Adha yang ramah lingkungan.

Sebaliknya, beberapa aktivis mengatakan, aksi boikot McDonald's India menjadi celah bagi kelompok Hindu sayap-kanan untuk menyerang Islam.

"Suasana ini benar-benar menggambarkan Islamofobia yang ada di India sekarang, dan umat Hidup sayap kanan menggunakan setiap kesempatan untuk menyerang umat Islam," Shabnam Hashmi, seorang aktivis yang berbasis di New Delhi.

Hashmi menambahkan, aksi boikot menjadi bentuk ekstrem untuk mengubah India menjadi negara Hindu.

Meski menuai polemik, tidak semua orang merasa terganggu dengan menu halal pada McDonald's India.

"Sebagai seorang non-Muslim, saya tidak peduli dari mana ayam yang saya makan berasal. Saya lebih peduli tentang proses yang dilaluinya, pengemasannya, jumlah nutrisi dan karsinogen yang dikandungnya," jelas Sushmita, seorang peneliti asal New Delhi.

Menurutnya, celah perbedaan antara satu komunitas dengan komunitas lainnya yang semula hanya menjadi masalah pribadi, lambat laun menanamkan kebencian antar kelompok. Sementara Nishita Sood mengatakan, kampanye boikot McDonald's tak lain merupakan bentuk prasangka dan kefanatikan melawan Islam.

Aljazeera melaporkan, McDonald's bukan perusahaan makanan pertama yang memicu kemarahan kelompok Hindu sayap kanan. Bulan lalu, IndiGo, sebuah maskapai penerbangan tarif bawah diboikot karena menyajikan menu halal dalam penerbangannya.

Reporter Magang: Anindya Wahyu Paramita [pan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini