Maskapai Mesir bolehkan pramugari berjilbab

Reporter : Pandasurya Wijaya | Senin, 12 November 2012 10:02
Maskapai Mesir bolehkan pramugari berjilbab
Pramugari EgyptAir. albawaba.com

Merdeka.com - Setelah dilarang semasa rezim Husni Mubarak, akhirnya maskapai penerbangan Mesir EgyptAir telah membolehkan pramugarinya mengenakan jilbab jika mereka akan melakukan penerbangan ke negara-negara Arab.

Stasiun televisi Al Arabiya melaporkan, Senin (12/11), Presiden Mesir Muhamad Mursi dan pihak administrasi negara berulang kali menyampaikan mereka tidak akan memaksakan aturan Islam secara ketat. Namun, banyak warga Mesir yang lebih berpandangan sekuler dan beragama Nasrani khawatir akan keputusan itu.

Perempuan Mesir selama ini banyak memakai jilbab tapi rezim Mubarak ketika itu melarang mereka mengenakan kerudung seperti dalam siaran televisi atau di lembaga negara lainnya.

Wakil Ketua EgyptAir Abdil Aziz Fadil mengatakan maskapainya baru-baru ini merancang model jilbab terbaru untuk seragam bagi pramugarinya sebelum melakukan perluasan layanan penerbangan ke negara-negara Arab.

Fadil menuturkan jilbab tidak akan mempengaruhi kerja para pramugari dan itu hanya seragam pilihan.

Maskapai itu mulai membolehkan pramugarinya mengenakan jilbab dalam penerbangan dari Kota Jeddah dan Madinah, kota yang biasa dikunjungi para jamaah haji.Jilbab saat ini juga digunakan di sejumlah maskapai penerbangan di negara muslim.

[rin]

Rekomendasi Pilihan


Komentar Anda



BE SMART, READ MORE