Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Malaysia Umumkan Lockdown Nasional Terkait Wabah Corona

Malaysia Umumkan Lockdown Nasional Terkait Wabah Corona Muhyiddin Yassin Resmi Jadi PM Malaysia. ©2020 Malaysia Information Department/Maszuandi Adnan/Handout via REUTERS

Merdeka.com - Malaysia memutuskan melakukan lockdown nasional atau mengunci akses keluar masuk sebagai langkah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Sikap itu disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin.

Muhyiddin Yassin menyampaikan hal itu lewat pidato malam ini. Pemerintah setempat akan menerapkan Perintah Kontrol Gerakan selama lockdown yang dimulai pada 18 Maret hingga 31 Maret.

Dilansir dari SCMP, respons itu seiring dengan meningkatnya jumlah kasus positif virus Corona di Malaysia yang mencapai 553. Angka itu tertinggi di Asia Tenggara.

Malaysia melaporkan 125 kasus baru corona pada Senin, 95 di antaranya terkait dengan acara tabligh akbar yang diadakan pada Februari, menurut kementerian kesehatan, menyusul lonjakan 190 kasus selama akhir pekan.

Acara tabligh akbar itu dihadiri sekitar 16.000 dari 27 Februari hingga 1 Maret. Dari 14.500 warga Malaysia yang hadir, hanya 7.000 yang melakukan tes Virus Corona.

Sejauh ini, total 42 pasien Virus Corona di Malaysia telah sepenuhnya pulih dari Virus Corona dan telah dipulangkan. Sementara 511 masih di rumah sakit, 12 di antaranya masih dalam perawatan intensif.

Kementerian Masih Lacak Jemaah Tabligh Akbar

Kementerian Luar Negeri masih terus melacak jemaah tabligh akbar di Masjid Sri Petaling, Malaysia. Sebab, acara keagamaan itu menjadi klaster penyebaran Virus Corona COVID-19.

Ada sebanyak 125 kasus Virus Corona yang dilaporkan Malaysia pada Senin (16/3/2020). Sebanyak 95 di antaranya terkait klaster tabligh akbar di Masjid Sri Petaling.

Pada daftar kasus baru itu, ada pula tiga WNI dinyatakan positif Virus Corona di Malaysia.

Ada total 696 WNI yang mengikuti acara tabligh akbar yang berlangsung 28 Februari hingga 1 Maret. Pemerintah pun sudah meminta agar para WNI itu ikut tes Virus Corona, namun hingga kini identitas mereka masih dicari.

"KBRI dari segala unsur terus melacak identitas mereka melalui kerjasama dengan otoritas Malaysia. Ketemu secara fisik belum dan namun masih terus di data," ujar (Plt.) Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah kepada Liputan6.com, Senin (16/3).

Tak semua dari jemaah WNI tersebut berdomisili di Kuala Lumpur. Faizasyah berkata sudah mendapat data terkait WNI itu, tetapi datanya masih harus diverifikasi.

"Banyak di antaranya yang bermukim di Malaysia," jelas Faizasyah.

Reporter: Raden Trimutia HattaSumber: Liputan6.com

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP