Mahasiswa Asing di AS Diminta Pulang Kampung Jika Kuliah Tetap Berlangsung Online

Selasa, 7 Juli 2020 16:32 Reporter : Hari Ariyanti
Mahasiswa Asing di AS Diminta Pulang Kampung Jika Kuliah Tetap Berlangsung Online universitas harvard. ©time.com

Merdeka.com - Mahasiswa asing yang kuliah di Amerika Serikat (AS) harus meninggalkan negara itu atau berisiko dideportasi jika kampus mereka hanya menerapkan kuliah online, demikian diumumkan Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) AS pada Senin.

Langkah ini dapat berdampak pada ribuan mahasiswa asing yang kuliah di sejumlah universitas atau berpartisipasi dalam program pelatihan, serta studi non-akademik atau kejuruan.

Universitas-universitas negeri mulai membuat keputusan untuk beralih ke pembelajaran online akibat pandemi virus corona. Di Harvard, misalnya, semua instruksi pembelajaran akan dikirim secara online, termasuk untuk mahasiswa yang tinggal di kampus.

"Departemen Luar Negeri AS tidak akan mengeluarkan visa untuk mahasiswa yang terdaftar di kampus dan/atau program yang sepenuhnya online untuk semester musim gugur dan Pabean AS dan Perlindungan Perbatasan tidak akan mengizinkan siswa ini untuk memasuki Amerika Serikat," jelas ICE dalam rilisnya, dilansir CNN, Selasa (7/7).

Ada pengecualian untuk universitas yang menggunakan model hybrid, seperti campuran kelas online dan kelas tatap muka.

Wakil Presiden Dewan Pendidikan Amerika, Brad Farnsworth mengatakan pengumuman itu mengejutkannya dan banyak pihak lainnya.

"Kami pikir ini akan menciptakan lebih banyak kebingungan dan ketidakpastian," kata Farnsworth, yang organisasinya mewakili sekitar 1.800 perguruan tinggi dan universitas.

Baca Selanjutnya: Farnsworth mengatakan salah satu keprihatinan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini