Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Lusinan warga Turki di Jerman mulai tentukan masa depan Erdogan

Lusinan warga Turki di Jerman mulai tentukan masa depan Erdogan Warga Turki di Jerman ikut referendum. ©2017 AFP

Merdeka.com - Tahap awal referendum dimulai, sejumlah warga negara Turki yang berada di Jerman berbondong-bondong mendatangi konsulat jenderal terdekat untuk menentukan masa depan negerinya. Pilihan mereka ini menjadi penentu kekuasaan Presiden Recep Tayyib Erdogan.

Dilansir stasiun televisi Al Araby, Selasa (28/3), pemilihan ini digelar sejak Senin (20/3) pagi. Kantor-kantor perwakilan Turki disulap menjadi tempat pemungutan suara (TPS).

Di Jerman terdapat 3 juta warga dengan berlatar belakang Turki, termasuk sekitar 800 ribu etnis Kurdi. Dari jumlah itu, 1,41 juta mendapatkan hak pilih yang ditempatkan di 13 konsulat jenderal.

Lusinan orang datang berbaris di depan konsulat Truki di Berlin, mereka sebagian besar adalah pendukung partai oposisi pro-Kurdi, Partai Demokratik Rakyat (HDP), sembari menggelar protes. Salah satunya berisi "6 juta pemilih HDP tidak akan terwakili dalam kotak suara."

Sementara itu aparat keamanan Turki menangkap sejumlah anggota dewan yang berasal dari HDP .

Pemilihan ini tetap berlangsung meski sedang terjadi ketegangan antara kedua negara, di mana Jerman melarang kampanye politik Turki dilakukan di negara itu. Pelarangan tersebut membuat Erdogan marah dan menuding Jerman menjalankan 'metode Nazi'.

Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble menyatakan retorika Erdogan telah memukul mundur integrasi antara kedua negara selama bertahun-tahun, butuh waktu yang sama juga untuk memperbaikinya.

Pemerintahan Erdogan mengajukan usul untuk memperkuat kepresidenannya di tengah ketidakstabilan dukungan dengan mitra koalisinya, di saat bersamaan Turki juga menghadapi ancaman terorisme.

Penambahan kekuasaan ini menyebabkan hujan kritik terhadap negeri itu, banyak yang meyakini hal tersebut membuat Turki menjadi negara otoriterian. Ada pula yang menyebutkan Erdogan khawatir banyak warganya di Jerman enggan datang ke TPS untuk menghindari dampak buruk terhadap mereka sendiri atau keluarganya di kampung halaman.

(mdk/tyo)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP