Lima WNI masih disandera Abu Sayyaf di Filipina lokasinya berpindah-pindah

Kamis, 14 September 2017 17:19 Reporter : Ira Astiana
abu sayyaf. ©2016 mindanaoexaminer.com

Merdeka.com - Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal hari ini mengatakan dua warga negara Indonesia yang disandera kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina sudah bebas dan masih ada lima WNI lagi masih ditawan.

Dua orang berasal dari Kabupaten Majene, Sulawesi Barat yang sudah bebas itu diserahkan kepada keluarganya hari ini oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.

"Hari ini dua orang WNI korban sandera Abu Sayyaf yang berhasil dibebaskan pemerintah sudah diserahkan kepada anggota keluarga dengan didampingi oleh Ibu Menlu dan disaksikan oleh wakil bupati Majeni dan anggota DPD RI," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, yang di temui di Kemenlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (14/9).

"Setelah dipulangkan, dua WNI tersebut akan ditangani oleh pemerintah daerah setempat dan keluarga," lanjutnya.

Iqbal menuturkan pembebasan dua WNI tersebut melibatkan berbagai pihak khususnya pemerintah setempat. Namun dirinya enggan menggambarkan latar belakang pembebasan tersebut.

"Detailnya saya tidak bisa menjabarkan. Tetapi tentu pembebasan ini melibatkan angkatan bersenjata Filipina," ungkapnya.

Dengan terbebasnya dua orang sandera tersebut, maka artinya saat ini tersisa lima orang WNI yang masih berada di tangan kelompok militan tersebut.

Pemerintah, kata Iqbal, terus melakukan upaya agar lima orang tersisa dapat segera dibebaskan dan kembali pulang ke Indonesia untuk berkumpul dengan keluarga. Meski demikian Iqbal memastikan kondisi kelima orang tersebut baik-baik saja.

"Pemerintah terus melakukan upaya pembebasan terhadap lima WNI lain yang masih disandera di Filipina Selatan. Dari komunikasi terakhir yang didapat, kelima orang tersebut berada dalam kondisi baik," papanya.

"Kendalanya adalah kelima orang tersebut disandera oleh dua kelompok berbeda dan lokasinya juga berpindah-pindah, tetapi memang tidak pernah keluar dari Kepulauan Sulu. Pemerintah terus melakukan upaya agar WNI yang disandera segera bebas," tutupnya.

Kedua WNI yang adalah pelaut itu diculik sembilan bulan lalu di perairan Sabah, Malaysia dan dibawa ke Pulau Jolo, sebelah selatan Filipina.

Brigadir jenderal Cirilito Sobejana mengatakan kepada wartawan, lima tentara Filipina luka dalam baku tembak melawan sekitar 20 anggota militan Abu Sayyaf di kawasan mereka kuasai di Jolo, Mindanao, seperti dilansir laman Channel News Asia, Kamis (7/9).

"Tentara kami melihat mereka (dua WNI) di pos pemeriksaan di Jolo ketika keduanya sedang menumpangi kendaraan umum," kata Sobejana kepada kantor berita AFP.

"Kelihatannya mereka berhasil melarikan diri dari si penculik setelah pertempuran yang berlangsung 30 menit sebelumnya," kata dia. [pan]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Subscribe and Follow

Temukan berita terbaru merdeka.com di email dan akun sosial Anda.