Lima bangunan ini hancur karena korupsi pengembang
Merdeka.com - Gempa di Taiwan Sabtu lalu hingga kini tercatat menewaskan 28 orang dan melukai ratusan lainnya. Sedikitnya 150 orang masih terjebak di bawah beberapa bangunan yang roboh. Tahun Baru Imlek kali ini menjadi hari duka bagi para korban dan keluarganya. Ada fakta mengejutkan dalam peristiwa robohnya sebuah apartemen di Distrik Tainan, Taiwan.
Sejumlah tim penyelamat menemukan fakta bongkahan dinding gedung 17 lantai ini diisi kaleng-kaleng yang disemen, tanpa rangka besi. Rupanya pihak pengembang tidak membangun apartemen itu sebagaimana mestinya, alias dikorupsi.
Bukan kali ini saja sebuah bangunan roboh karena bahan material yang digunakan di bawah standar akibat dana yang dikorupsi. Berikut lima di antaranya yang berhasil dihimpun merdeka.com:
Sekolah-sekolah di China roboh lantaran korupsi, bukan karena gempa
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSaat terjadi gempa di Provinsi Sichuan, China pada 12 Mei 2008 lalu sejumlah bangunan sekolah roboh dan hancur sehingga menewaskan lebih dari 10 ribu siswa.Para orangtua yang anaknya jadi korban tewas mempertanyakan mengapa begitu banyak bangunan sekolah hancur sementara banyak gedung lain baik-baik saja. Mereka juga menuntut pihak yang bertanggung jawab dihukum setimpal. Para orangtua itu menuding praktik korupsi menjadi penyebab gedung-gedung sekolah tidak dibangun sebagaimana mestinya, seperti dilansir the New York Times.Pemerintah kemudian menggelar penyelidikan dan empat bulan setelah kejadian mereka mengakui bangunan yang rapuh menjadi penyebab banyak sekolah roboh. Hal itu karena korupsi pejabat setempat dan perusahaan konstruksi.
Pabrik garmen di Bangladesh roboh, lebih dari seribu orang tewas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPolisi Bangladesh kemarin mengatakan korban tewas akibat runtuhnya gedung pabrik garmen di Ibu Kota Dhaka, Bangladesh, pada akhir bulan lalu telah mencapai lebih dari 620 orang.
Stasiun televisi CNN melaporkan, Senin (6/5), di saat pihak berwajib mencari para korban di balik puing-puing reruntuhan gedung yang dinyatakan sebagai bencana industri terburuk di Bangladesh ini juga diselimuti bau mayat di udara.
Polisi kemarin malam mengatakan setidaknya 620 orang dinyatakan meninggal dan kru diharapkan masih terus mencari tubuh untuk beberapa hari ke depan.
Anggota keluarga korban tetap berkemah di dekat lokasi kejadian menunggu berita mengenai keluarga mereka yang hilang.
Insiden runtuhnya Gedung Rana Plaza di Wilayah Savar, sebuah daerah di pinggiran Dhaka, pada 24 April lalu itu menjadi bencana paling serius menyerang industri garmen di Bangladesh.
Kantor berita Bangladesh Sangbad Sangstha (BSS) menulis dari hasil penyelidikan awal pemerintah terkait robohnya bangunan itu menemukan bahwa mesin-mesin berat dan generator berkapasitas tinggi menjadi penyebab terbesar runtuhnya gedung itu.
"Selama penyelidikan, kami telah menemukan penggunaan bahan di bawah standar selama konstruksi juga berkontribusi menjadi penyebab runtuhnya bangunan," kata Ketua penyelidikan, Main Uddin Khandaker, kepada BSS.
Dua hari lalu perwakilan dari pemerintah Bangladesh, industri, dan pekerja mengeluarkan pernyataan bersama yakni rencana aksi untuk meningkatkan keselamatan bagi para pekerja setelah insiden runtuhnya bangunan itu.
Gedung 14 lantai di Tanzania roboh, 36 orang tewas
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comSebuah bangunan 14 lantai di Ibu Kota Darussalam, Tanzania, roboh pada 28 Maret 2013. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 36 orang dan menghancurkan sejumlah mobil.Bangunan itu didirikan sebagai hasil kerja sama pihak swasta dengan pemerintah. Meski penyelidikan belum dimulai namun sejumlah kalangan mengatakan bangunan itu roboh karena merajalelanya korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan.Hasil penyelidikan mengatakan sejumlah besi penyangga gedung yang roboh itu terbuat dari bahan palsu yang banyak diimpor dari negara Asia.
Pakai bahan material di bawah standar, bangunan di India roboh
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPada 4 April 2013 lalu sebuah bangunan tempat tinggal di kawasan Thane, Maharashtra, India, roboh. Insiden itu menewaskan 74 orang, termasuk 18 di antaranya anak-anak. Itu adalah peristiwa bangunan roboh terparah di kawasan Maharashtra. Lebih dari 60 lainnya luka-luka.Bangunan yang menjadi tempat tinggal warga kelas menengah dan bawah ini masih dalam tahap pembangunan, seperti dikutip the Times of India.Polisi kemudian menangkap pihak pengembang dan enam orang lainnya, termasuk pejabat yang diduga berperan dalam robohnya bangunan itu. Kebanyakan bangunan di kawasan itu didirikan secara ilegal dan memakai bahan bangunan yang di bawah standar. Maraknya bangunan roboh karena memakai bahan di bawah standar itu merupakan pertanda merajalelanya praktik korupsi di kalangan pejabat setempat.
Pengembang Taiwan pasang kaleng jadi rangka bangunan
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comPengadilan Taiwan menerbitkan surat perintah penahanan terhadap pengembang salah satu apartemen Distrik Tainan yang roboh akibat gempa 6,4 skala richter pekan lalu. Pengembang Bangunan Wei Guan Dragon Building dinilai serampangan membangun apartemen itu, setelah tim SAR menemukan fakta bongkahan dinding gedung 17 lantai ini diisi kaleng-kaleng yang disemen, tanpa rangka besi. Temuan kontroversial itu direkam pula oleh jurnalis BBC, Rupert Wingfield-Hayes.
Metro.co.uk melaporkan, Rabu (10/2) salah satu rangka penyusun bangunan hanyalah kaleng bekas minyak goreng. Selain kaleng, balok pengisi dinding diisi karet sintetis yang dicampur beton. Kaleng dipakai karena bisa menciptakan kesan tembok berisi.
Akibat konstruksi bangunan yang mengabaikan keamanan ini, 41 orang tewas setelah apartemen tersebut ambruk. Sosok yang kini ditahan pengadilan Taiwan adalah Lin Ming-hui, bos pengembang Dragon Building. Di reruntuhan apartemen yang sama, dilaporkan lebih dari 100 penghuni masih belum ditemukan.
Dalam gempa pekan lalu, setidaknya 10 bangunan tinggi di seantero Taiwan roboh. Namun hanya Dragon Building, bangunan dengan tinggi lebih dari 10 lantai, yang hancur berkeping-keping. Padahal apartemen ini sudah selesai dibangun sejak 1994.
Taiwan memiliki aturan konstruksi bangunan yang sangat ketat di dunia, karena negara ini kerap mengalami gempa. Peristiwa lindu paling parah sebelumnya terjadi pada 1999, yang menewaskan lebih dari 2.300 jiwa.
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya