Lewat Film Top End Wedding, Australia Ingin Tunjukkan Tidak Semua Hutannya Terbakar

Kamis, 6 Februari 2020 19:38 Reporter : Hari Ariyanti
Lewat Film Top End Wedding, Australia Ingin Tunjukkan Tidak Semua Hutannya Terbakar film top end wedding. ©Manning River Times

Merdeka.com - Lauren dan Ned akan segera menikah dalam waktu 10 hari. Rencananya pernikahan akan dilakukan di kota asal Lauren, Darwin, Australia utara. Namun kemudian ibu Lauren menghilang. Lauren tak ingin menikah sebelum menemukan ibunya. Pasangan ini kemudian memutuskan mencari ibunya ke pedalaman dan sebuah pulau di Australia utara.

Misi pencarian ibu Lauren inilah yang menjadi inti cerita film Top End Wedding, film karya sineas Australia. Film ini diputar usai penyelenggaraan konferensi pers Festival Sinema Australia Indonesia (FSAI) di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Kamis (6/2) sore.

Top End dalam bahasa slank Australia berarti wilayah utara negara tersebut. Dalam film ini kita disuguhkan pemandangan wilayah utara Australia yang sangat indah dengan hutan, sungai disertai tebing-tebing tinggi, dan juga budaya suku Aborigin yang tinggal di Pulau Tiwi.

Ibu Lauren dalam film ini merupakan suku Aborigin yang berasal dari Pulau Tiwi. Saat akan dinikahkan, ibu Lauren semasa mudanya kabur di hari pernikahannya dengan menyeberangi sungai dan kemudian menikah dengan ayah Lauren.

1 dari 1 halaman

Alam wilayah Australia utara masih alami. Hutan-hutan hijau masih membentang luas. Sungai yang membelah di tengah hutan sangat jernih. Dalam film ini juga ditampilkan tradisi pernikahan suku Aborigin. Beberapa adegan dalam film ini juga menggunakan bahasa Aborigin.

Film ini menjadi salah satu media promosi pariwisata wilayah Australia utara yang unggul dengan keindahan alamnya. Kuasa Usaha Australia untuk Indonesia, Allaster Cox dalam konferensi pers mengatakan film adalah cara terbaik untuk berbagi cerita dan mempelajari budaya lain.

Dia pun mengundang orang-orang Indonesia untuk datang ke negaranya. Walaupun negeri Kanguru ini dilanda bencana kebakaran hutan yang cukup dahsyat saat ini, namun tak semua wilayah terdampak kebakaran.

"Tapi Australia akan tetap terbuka dan saya harap Anda semua bisa mengunjungi Australia. Tidak semuanya terdampak kebakaran," jelasnya. [pan]

Baca juga:
Lima Film Produksi Australia Bakal Diputar di Enam Kota Indonesia
Kampus-Kampus di Australia Tunda Awal Semester karena Wabah Virus Corona
Ini Kerugian yang Didapat China Akibat Virus Corona, Bisa Bikin Ekonomi Bangkrut?
Saat Dunia Menutup China karena Corona
Wabah Virus Corona, AS dan Sejumlah Negara Larang Masuk Penerbangan dari China

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini