Larang murid muslim beribadah, sekolah di Jeman menuai kritik
Merdeka.com - Sebuah SMA di Jerman melarang siswanya yang muslim melaksanakan ibadah di ruang terbuka. Alasannya, segala bentuk kegiatan keagamaan di sekolah tersebut, seperti berwudhu dan sembahyang dianggap provokatif oleh guru dan murid lainnya.
Beberapa guru dan murid mengaku terganggu dengan kegiatan beribadah murid muslim. Sekolah Gymnasium Johannes Rau di Wuppertal tersebut kemudian mengirimkan surat kepada para staf di sekolah agar siswa muslim dilarang menggunakan sajadah dan mengambil wudhu di toilet.
"Dalam beberapa minggu terakhir, setelah diamati banyak siswa muslim beribadah di tempat yang cukup terlihat oleh orang lain. Para siswa tersebut memulai dengan mencuci anggota tubuh di kamar mandi, kemudian mengeluarkan sajadah, dan mulai melakukan ritual ibadah dengan gerakan tertentu. Itu tidak diizinkan," demikian isi surat tersebut seperti dilansir dari laman Aljazeera, Jumat (3/3).
Surat tersebut diunggah ke akun media sosial Facebook dan langsung memicu perdebatan sengit di antara berbagai kalangan. Khususnya bagi mereka yang mempertanyakan mengenai kebebasan beragama di negara tersebut.
"Sebuah tempat mendidik seharusnya tidak menganggap kegiatan ibadah sebagai hal yang provokatif. Sekolah seharusnya mengajarkan cara hidup berdampingan secara damai," komentar salah satu pengguna media sosial.
Seperti diketahui, populasi muslim di negara tersebut semakin meningkat sejak 1,1 juta pengungsi mayoritas beragama Islam masuk ke negara tersebut. Hal itu menyebabkan sikap anti-Islam dan anti-imigrasi semakin terlihat di Jerman.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya