Kuburan Batu Berusia 5.400 Tahun Didesain Unik, Bisa Tembus Sinar Matahari
Merdeka.com - Arkeolog berhasil temukan kuburan batu megalitikum 5.400 tahun di samping gunung yang membuktikan summer solstice atau titik balik matahari musim panas.
Penemuan ini ditemukan di dekat kota Antequera, Spanyol, di pedasaan yang dikenal akan kumpulan peninggalan megalitikumnya.
Makam tersebut didesain untuk menyalurkan cahaya matahari musim panas menuju sebuah ruangan di dalam pemakaman tersebut.
Bentuk pemakaman ini mirip dengan makam megalitikum yang terletak di Newgrange, Irlandia, mengindikasikan kedua tempat tersebut memiliki kepercayaan yang serupa mengenai kehidupan setelah kematian sekitar 5.000 tahun lalu.
Leonardo García Sanjuán, arkeolog dari University of Seville, memberikan wawasannya mengenai kesamaan antara dua pemakaman tersebut
"Meskipun pemakaman Newgrange berukuran lebih besar dan lebih rumit daripada pemakaman yang kita temukan di Spanyol, mereka sama-sama menggunakan sinar matahari pada waktu tertentu untuk menciptakan efek simbolis dan magis." ucapnya dilansir Live Science, Senin (15/5).
Batuan dasar pada situs tersebut sedikit miring dari posisi terbitnya matahari saat titik baliknya di musim panas yang mendorong pembangunan sebuah cekungan yang dapat menangkap cahaya matahari, ucap Sanjuán pada teritan jurnalnya, Antiquity.
"Para pembangun makam ini, menyusun bebatuan yang dipahat dan kemungkinan juga dicat. Ini merupakan barang sakral yang diletakkan sedemikian rupa agar sinar matahari dapat menyinari bagian dalamnya."
Penggalian ini dilakukan di sebelah gunung batu gamping dengan nama "La Peña de los Enamorados", atau "Batu Pecinta" yang memiliki legenda bahwa sepasang kekasih bunuh diri dari gunung tersebut.
Daerah Antequera dikenal sebagai daerah dengan berbagai formasi monumen megalitik yang telah dipengaruhi oleh geografi lokal sekitarnya.
Salah satu monumen yang terkenal dari Antequera adalah monumen Dolmen Menga. Lintasan di Menga tidak dimiringkan kepada titik balik matahari musim panas, melainkan menuju La Peña de los Enamorados.
Penyesuaian kemiringan Menga mengindikasikan bahwa La Peña merupakan lokasi penting bagi penghuni prasejarahnya dan menjawab misteri mengenai arah tujuan Menga, yaitu La Peña, sedangkan La Peña mengarah ke arah titik balik matahari musim panas.
Makam yang ditemukan tersebut dihias dengan batu yang memiliki pola gelombang tetesan air yang diduga diambil dari daerah yang dulunya merupakan pantai atau dasar laut.
Bebatuan tersebut juga diletakkan sedemikian rupa agar cahaya pertengahan musim panas jatuh ke dalamnya.
Bagian ruangan yang terdapat kuburan tampak tidak pernah tersentuh oleh manusia, ucap Sanjuán. Ia juga menunjukkan bahwa struktur megalitik dapat ditemukan dari Maroko hingga Swedia dari peradaban yang memiliki kepercayaan serupa.
Reporter Magang: Qaulan Maruf Indra
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya