Kremlin tuntut Fox News minta maaf usai sebut Putin pembunuh
Merdeka.com - Kremlin menuntut permintaan maaf atas komentar jurnalis Fox News yang menyebut Presiden Rusia Vladimir Putin 'pembunuh'. Komentar tersebut dilontarkan saat dia tengah melakukan wawancara khusus dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wawancara akhir pekan yang dilakukan Bill O'Reilly menyebutkan Putin merupakan pemimpin 'pembunuh'. Trump membalas ungkapan tersebut dengan mengatakan AS juga 'pembunuh'.
"Anda pikir kita (AS) lugu?" sebut Trump membalas O'Reilly, seperti dikutip dari CBS News, Senin (6/2).
Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyebutkan, ucapan O'Reilly 'kasar dan tidak bisa diterima'.
"Kami menerima permintaan maaf dari presiden atas organisasi terhormat ini," ujar Peskov.
Trump sendiri, mulai dari masa kampanye hingga pelantikan, selalu memuji Putin. Dia juga mengisyaratkan hubungan kedua negara akan membaik di pemerintahannya.
Meski demikian, pertahanan Trump dalam menghadapi pertanyaan O'Reilly dikritik banyak pihak, termasuk kawannya sesama politikus Partai Republik. Mereka mengatakan, Trump tidak berusaha menjawab dengan sesuatu yang positif, namun seperti melempar kesalahan saja. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya