Kota New York akan Legalkan Penggunaan Ganja

Selasa, 30 Juli 2019 16:35 Reporter : Hari Ariyanti
Kota New York akan Legalkan Penggunaan Ganja Ilustrasi daun ganja. ©shutterstock.com/Ronen

Merdeka.com - Gubernur New York, Andrew Cuomo menandatangani RUU untuk melegalkan penggunaan ganja di negara bagian tersebut. RUU itu akan mengurangi hukuman dalam kasus kepemilikan ganja secara ilegal menjadi pelanggaran yang dapat dihukum dengan denda, dan memungkinkan penghapusan hukuman bagi mereka yang dihukum karena ganja.

Demikian menurut rilis dari kantor gubernur, dilansir dari CNN, Selasa (30/7). RUU itu, yang akan berlaku 30 hari setelah disahkan menjadi undang-undang, muncul ketika Partai Demokrat berusaha lebih keras untuk mendekriminalisasi ganja di seluruh negeri.

"Komunitas kulit berwarna telah dipengaruhi secara tidak proporsional oleh undang-undang yang mengatur ganja terlalu lama, dan hari ini kita mengakhiri ketidakadilan ini untuk selamanya," kata Cuomo, seorang Demokrat.

"Dengan memberikan individu yang telah menderita konsekuensi dari hukuman ganja yang tidak adil dengan jalan untuk menghapus catatan mereka dan dengan mengurangi hukuman kejam. Kami mengambil langkah kritis ke depan dalam menangani proses peradilan pidana yang rusak dan diskriminatif," lanjutnya.

Demokrat mengatakan, tindakan itu akan memperbaiki puluhan tahun penegakan hukum yang menargetkan orang kulit berwarna, dan kantor Cuomo mengatakan undang-undang itu bertujuan untuk membuat penegakan hukum terkait ganja lebih adil dan pantas.

Undang-undang tersebut menghapus hukuman pidana untuk kepemilikan ganja kurang dari 2 ons. Kepemilikan ganja kurang dari 1 ons akan dikenai denda USD 50, terlepas dari sejarah kriminal, dan maksimum denda USD 200 untuk kepemilikan antara 1 dan 2 ons.

Upaya untuk melegalkan ganja sedang berlangsung di Kongres. Senator Demokrat asal California, Kamala Harris memperkenalkan RUU dekriminalisasi ganja pada pekan lalu di tingkat federal. Anggota Kongres perwakilan New York, Jerry Nadler, memperkenalkan undang-undang pendamping di DPR. Harris dan Nadler mengatakan warga kulit berwarna lebih mungkin dihukum atau ditangkap karena kejahatan terkait ganja.

Badan Legislatif negara bagian New York mengesahkan RUU pada bulan Juni setelah upaya gagal legalisasi ganja di wilayah tersebut. Para pemimpin negara gagal mencapai konsensus tentang perincian penting dalam rencana untuk melegalkan ganja.

Cuomo pada bulan Desember mengumumkan dukungannya untuk melegalkan ganja di wilayahnya, setelah tantangan utama dari aktivis dan aktris Cynthia Nixon, yang mendukung sejumlah prioritas progresif, termasuk legalisasi ganja.

Pada Januari 2018, beberapa bulan sebelum Nixon mengumumkan pencalonannya, Cuomo mengarahkan Departemen Kesehatan New York melakukan studi tentang program ganja yang diatur di New York untuk menentukan potensi dampak kesehatan, ekonomi, dan peradilan pidana, menurut situs web gubernur.

Laporan tersebut mendapati bahwa peraturan ganja akan memiliki manfaat kesehatan masyarakat dengan pengawasan pemerintah atas produksi dan distribusi, akan memastikan kontrol kualitas dan perlindungan konsumen dan akan mengurangi kesenjangan rasial dalam tingkat kriminalisasi dan penahanan, kata situs web tersebut.

Posisi gubernur tentang masalah ini berkembang sejak 2012, ketika ia mengusulkan langkah negara untuk mendekriminalisasi kepemilikan sejumlah kecil ganja yang ada di hadapan publik. Dia mengatakan tujuannya adalah untuk menghindari tuduhan pelanggaran ringan yang tidak perlu terhadap ribuan warga New York. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Ganja
  2. New York
  3. Legalisasi Ganja
  4. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini