Korut Hentikan Perundingan Denuklirisasi dengan AS

Minggu, 8 Desember 2019 12:41 Reporter : Hari Ariyanti
Korut Hentikan Perundingan Denuklirisasi dengan AS Donald Trump dan Kim Jong-un di Singapura. AP Photo/Evan Vucc

Merdeka.com - Duta Besar Korea Utara (Korut) untuk PBB, Kim Song, mengatakan tak akan ada lagi perundingan denuklirisasi dengan Amerika Serikat (AS). Kim juga mengatakan perundingan panjang dengan Washington tak lagi diperlukan.

Hal ini disampaikan Kim Song pada Sabtu (7/12). Dalam sebuah pernyataan, dia mengatakan "dialog berkelanjutan dan substansial" yang diinginkan AS adalah "trik menghemat waktu" yang disesuaikan dengan agenda politik domestiknya.

"Kami tidak perlu perundingan panjang dengan AS sekarang dan denuklirisasi telah ditarik dari meja perundingan," katanya dalam pernyataan kepada Reuters, sebagaimana dilansir dari laman Alarabiya, Minggu (8/12).

Sebelumnya pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in melalui percakapan telepon sepakat untuk mempertahankan dialog dengan Korut, kata Seoul. Kedua sekutu memperhatikan situasi saat ini memburuk.

1 dari 1 halaman

Tak Suka Disebut Rocket Man

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un tidak suka dengan julukan "Rocket Man" yang diutarakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam KTT NATO di London Selasa lalu. Pemerintah Korut menuntut agar sebutan itu tidak muncul lagi atau AS akan menerima konsekuensi fatal.

Selasa lalu dalam sebuah pertemuan Trump mengatakan dia memiliki hubungan yang sangat bagus dengan Kim Jong-un, namun dia mengingatkan AS memiliki militer yang paling kuat sehingga jangan diprovokasi. Dia mengucapkan hal tersebut saat membahas nuklir Korut.

Dikutip dari laman AP News, Jumat (6/12), "Kami memiliki militer terkuat yang pernah ada, dan kami sejauh ini adalah negara paling kuat di dunia dan semoga kami tidak perlu menggunakannya. Tetapi jika perlu, kami akan menggunakannya," ucap Trump.

Trump menambahkan, "(Kim Jong-un) suka menembakkan roket, kan? Itulah mengapa saya memanggil dia Rocket Man."

Choe Son-hui merupakan Wakil Pertama Menteri Luar Negeri Korut, mengkritik ucapan Donald Trump. Dia mengatakan ucapan itu membuat marah rakyat Korut terhadap AS. Korut pun mengancam akan kembali menyebut Trump sebagai "dotard" (bodoh akibat pikun).

"Jika ada bahasa atau ungkapan yang menambah atmosfer konfrontasi kembali digunakan ... maka itu tanda bahwa istilah dotard akan dipakai lagi," ujarnya.

Donald Trump dikenal suka memberi julukan ke berbagai orang, termasuk kepada dirinya sendiri. Trump menjuluki dirinya sebagai "Tariff Man" karena hobi memberikan sanksi tarif. [pan]

Baca juga:
Makna Terselubung di Balik Kim Jong-un Naik Kuda Putih ke Gunung Paektu
Ini Alasan Jokowi Soal Perlunya Perdamaian di Semenanjung Korea
Tiga Kali Pertemuan Tanpa Hasil, Kim Jong-un Sudah Malas Bertemu Trump
Korea Utara Tolak Hidupkan Kembali Pembicaraan Nuklir dengan AS
Peluncuran Rudal Korut Jadi Tontonan Warga Seoul
Koran Jepang Sebut Korut Mampu Membuat Hulu Ledak Nuklir Berukuran Mini

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini