Korut dan Korsel Resmikan Proyek Rel Penghubung Jalur Kereta
Merdeka.com - Korea Utara dan Korea Selatan kemarin meresmikan kembali proyek penghubung jalur kereta api dan jalan.
Namun, kata sejumlah pejabat, pembangunan proyek itu tidak bisa dimulai jika sanksi-sanksi atas program nuklir dan peluru kendali Korea Utara masih berlaku.
Kedua pihak pada Oktober sepakat meluncurkan proyek menghubungkan jalur kereta api dan jalan yang terputus sejak Perang Korea 1950-1953. Kesepakatan itu memperlihatkan hubungan Korut dan Korsel tahun ini semakin cair.
Sebanyak 100 pejabat, politikus dan anggota keluarga yang dulu mengungsi karena perang berangkat menggunakan sebuah kereta khusus untuk menghadiri acara peresmian proyek tersebut di Stasiun Panmun, yang terletak di kota perbatasan Kaesong, demikian seperti dikutip dari Antara, Kamis (27/12).
Upacara tersebut dihadiri oleh delegasi Korea Utara yang beranggotakan 100 orang, juga beberapa pejabat dari Perserikatan Bangsa-bangsa, China, Rusia dan Mongolia, demikian keterangan Kementerian Unifikasi Korea, lembaga kabinet kementerian Korea Selatan.
Amerika Serikat dan Dewan Keamanan PBB memberikan dukungan untuk peresmian tersebut, kata beberapa pejabat Korea Selatan.
Namun kata para pejabat itu, pengerjaan proyek tidak dapat dimulai sementara sanksi-sanksi yang berlaku saat ini menghalangi pengapalan produk-produk energi dan baja serta berbagai pasokan lainnya.
"Banyak hal yang harus dilakukan sebelum kita bisa memulai pembangunan," kata Menteri Transportasi Korsel Kim Hyun-mee.
Ia menambahkan bahwa kedua pihak akan melakukan survei tambahan bersama-sama serta merancang proyek untuk satu atau dua tahun.
Sumber: Liputan6.com
(mdk/pan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya