Kisah Pilu Tiga WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf

Sabtu, 30 November 2019 06:40 Reporter : Fellyanda Suci Agiesta
Kisah Pilu Tiga WNI Disandera Kelompok Abu Sayyaf tiga nelayan wni ditawan abu sayyaf. ©Youtube

Merdeka.com - Sudah dua bulan sejak September 2019, tiga WNI menjadi sandera kelompok bersenjata Abu Sayyaf. Ketiganya merupakan nelayan Indonesia yang diculik dari Lahad Datu, Sabah. Tiga nelayan diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani (48), putranya Muhammad Farhan (27), dan anggota kru Samiun Maneu (27). Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan.

Pemerintah Indonesia kemudian meminta agar otoritas Filipina membantu membebaskan tiga WNI tersebut. "Tentunya karena lokasi penyanderaan ada di wilayah yurisdiksi Filipina, tentunya yang bisa kita harapkan, melalui pembahasan bersama dengan Bapak Presiden serta Ibu Menlu, adalah kita mendorong agar otoritas Filipina dapat membantu pembebasan tiga warga kita secepatnya dengan aman," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha di Jakarta, Kamis (28/11).

Seperti diketahui, Abu Sayyaf merupakan kelompok bersenjata yang kerap menculik nelayan yang menguasai wilayahnya. Kelompok ini berdomisili di Filipina, dengan tiga wilayah kekuasaan di daerah Jolo, Basilan, dan Mindanao. Meski begitu, mereka juga kerap berpindah-pindah.

Selama menjadi tawanan, tiga WNI dijaga oleh puluhan anggota bersenjata. Berikut cerita tiga WNI yang menjadi tawanan kelompok Abu Sayyaf:

Baca Selanjutnya: Minta Uang Tebusan...

Halaman

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini