Polri Koordinasi dengan Filipina Demi Bebaskan 3 WNI Jadi Sandera Abu Sayyaf

Jumat, 29 November 2019 16:25 Reporter : Merdeka
Polri Koordinasi dengan Filipina Demi Bebaskan 3 WNI Jadi Sandera Abu Sayyaf tiga nelayan wni ditawan abu sayyaf. ©Youtube

Merdeka.com - Mabes Polri bersama Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus berkoordinasi dengan pemerintah Filipina untuk segera membebaskan 3 WNI yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf.

"Kita koordinasi dengan Filipina agar tiga Waega Negara Indonesia yang disandera dapat dibebaskan," tutur Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (29/11).

Menurut Asep, pemerintah Filipina menggelar operasi pasukan untuk menangani masalah tersebut. "Saat ini pemerintah Filipina lewat operasi militernya sedang berusaha membebaskan sandera," jelas Asep.

1 dari 2 halaman

3 WNI Diculik 2 Bulan Lalu

Dua bulan lalu, kelompok bersenjata diduga terafiliasi Abu Sayyaf menculik tiga nelayan Indonesia dari Lahad Datu, Sabah. Pihaknya juga menuntut uang tebusan senilai 30 juta peso Filipina, atau sekitar Rp 8,2 miliar untuk pembebasan mereka.

Permintaan mengenai tebusan tersebut diumumkan oleh salah satu korban WNI melalui rekaman video yang beredar di Facebook pada Sabtu 16 November 2019 lalu.

Ketiganya diidentifikasi sebagai Maharudin Lunani, 48, putranya Muhammad Farhan, 27, dan anggota kru Samiun Maneu, 27. Mereka diculik oleh orang-orang bersenjata dari kapal pukat nelayan yang terdaftar di Sandakan, perairan Tambisan.

2 dari 2 halaman

Harap Bantuan Pemerintah Filipina

Setelah pihak Kemlu membenarkan adanya WNI disandera Abu Sayyaf, pemerintah Filipina pun diharapkan dapat membantu proses pembebasan para korban.

"Tentunya karena lokasi penyanderaan ada di wilayah yurisdiksi Filipina, tentunya yang bisa kita harapkan, melalui pembahasan bersama dengan Bapak Presiden serta Ibu Menlu, adalah kita mendorong agar otoritas Filipina dapat membantu pembebasan tiga warga kita secepatnya dengan aman," ujar Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Kementerian Luar Negeri RI Judha Nugraha di Jakarta, Kamis 28 November 2019.

Lebih lanjut, Judha menambahkan bahwa pihak RI tidak membahas untuk memenuhi permintaan uang tebusan yang dituntut oleh para penyandera. [ray]

Baca juga:
Kaki Dirantai & Diancam Dipenggal, Cerita Pengalaman Tawanan yang Diculik Abu Sayyaf
Menlu Retno Minta Filipina Bantu Pembebasan Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf
Menlu Retno Minta Presiden Filipina Upayakan Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf
Baku Tembak 10 Menit, Tentara Filipina Bebaskan Dua Tawanan Abu Sayyaf di Sulu
Kerap Culik WNI, Sekuat Apa Kelompok Abu Sayyaf dan Dari Mana Logistik Mereka?

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini