Kaki Dirantai & Diancam Dipenggal, Cerita Pengalaman Tawanan yang Diculik Abu Sayyaf

Rabu, 27 November 2019 17:07 Reporter : Hari Ariyanti
Kaki Dirantai & Diancam Dipenggal, Cerita Pengalaman Tawanan yang Diculik Abu Sayyaf dua tawanan abu sayyaf dibebaskan tentara filipina. ©AFP

Merdeka.com - Pria Inggris dan istrinya diselamatkan pekan ini dari kelompok Abu Sayyaf. Keduanya diculik dan dijadikan tawanan dan kemudian diselamatkan pasukan militer Filipina. Kedua korban menceritakan kisahnya, mereka mengaku dirantai dan diancam akan dipenggal jika tidak ada uang tebusan.

Pasangan ini, melarikan diri dalam baku tembak antara tentara Filipina dan kelompok Abu Sayyaf. Dilansir dari laman The Star, Rabu (27/11), Alan Hyrons, menggambarkan pengalamannya hidup dalam tawanan yang dilingkupi rasa takut terus menerus dan sedikitnya makanan.

"Mereka merantai kaki kami. Itu sangat sulit, tapi kami bertahan karena kami percaya Tuhan," ujar istri Alan Hyrons, Wilma.

"Salah satu dari mereka memperlakukan kami dengan baik, tapi kemudian dia mengatakan kepada saya dia akan memenggal kepala saya jika uang tebusan tidak datang tepat waktu," tambahnya.

Sekelompok pria bersenjata menculik pasangan ini 4 Oktober lalu di resor pinggir pantai yang mereka miliki di Mindanao. Mereka kemudian dibawa ke Pulau Jolo, yang menjadi markas kelompok Abu Sayyaf.

"Kami mencoba berteriak tapi tak ada satu pun orang yang datang karena mereka bersenjata," kata Wilma yang merupakan warga Filipina.

Dia mengatakan para pria bersenjata itu menodongkan pistol ke wajahnya, memerintahkannya menelpon saudaranya agar menjual hartanya untuk dijadikan tebusan. Mereka memiliki kesempatan kabur setelah beberapa hari terjadi baku tembak antara militer dan para penculik, dimana sedikitnya lima pria bersenjata tewas.

"Seperti hal yang kalian lihat di film-film dan menganggapnya hanya sebuah film. Tapi ini di kehidupan nyata dan itu menakutkan," kata Alan, menggambarkan pertempuran senjata terakhir.

"Hanya ada 10 dari mereka ketika kami melarikan diri. Komandan mereka yang pertama kali tertembak jadi saya sampaikan ke Alan, ayo lari. Kami seharusnya tidak menunggu di sini untuk dibunuh," kata Wilma.

1 dari 1 halaman

Baku Tembak 10 Menit

Komandan militer Letnan Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan pasukannya memergoki para penculik Abu Sayyaf bersama dua tawanan mereka, Alan Hyrons dan istrinya, Wilma, di pegunungan daerah pedalaman Kota Parang, Provinsi Sulu.

"Kami saling baku tembak dengan mereka. Mereka meninggalkan dua tawanan itu karena tidak bisa membawa mereka lagi. Mereka berpencar ke berbagai arah dan tentara kami mengejar," kata Sobejana, seperti dilansir laman Aljazeera, Senin (25/11).

Dalam baku tembak sekitar 10 menit itu, kata militer Filipina, Hyron dan istrinya tidak mengalami luka. Uang tebusan juga tidak diberikan kepada Abu Sayyaf.

Sebuah foto yang dirilis militer Filipina memperlihatkan pasangan suami istri itu sedang tersenyum dan berbicara dengan tentara di Sulu.

Sobejana menuturkan pasangan itu akan diperiksa medis dan diwawancara pejabat militer.

Kelompok bersenjata menculik Hyrons dan istrinya dari sebuah lokasi wisata pantai di selatan Provinsi Zamboanga del Norte. Sejumlah penduduk desa hanya bisa terkejut menyaksikan aksi penculikan itu.

Pasutri itu diketahui memiliki sebuah kampus di Zamboanga dan mereka sudah tinggal di sana selama bertahun-tahun.

Dalam beberapa tahun belakangan operasi militer terhadap kelompok Abu Sayyaf yang dikenal sering menculik dan sudah bersumpah setia kepada ISIS terus dilakukan tentara Filipina. [pan]

Baca juga:
Menlu Retno Minta Filipina Bantu Pembebasan Nelayan WNI Disandera Abu Sayyaf
Baku Tembak 10 Menit, Tentara Filipina Bebaskan Dua Tawanan Abu Sayyaf di Sulu
Menlu Retno Minta Presiden Filipina Upayakan Pembebasan 3 WNI dari Abu Sayyaf
Kerap Culik WNI, Sekuat Apa Kelompok Abu Sayyaf dan Dari Mana Logistik Mereka?
Video 3 Nelayan WNI Ditawan Abu Sayyaf Minta Tolong Presiden Jokowi Bebaskan Mereka
Militer Filipina Bantah Laporan Abu Sayyaf Minta Tebusan bagi 3 WNI Diculik

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini