Kisah Mesopotamia, Diyakini Sebagai Tanah Kelahiran Nabi Ibrahim
Merdeka.com - Paus Fransiskus diketahui akan melakukan kunjungan ke Irak pada 5-8 Maret. Dalam kunjungan tersebut Paus berencana mengadakan doa lintas agama di situs Mesopotamia yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim.
Pasalnya, Nabi Ibrahim dianggap sebagai bapak tiga agama, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Ia merupakan tokoh penting yang dikisahkan dalam Al-Qur'an, Alkitab, dan Tanakh.
©ASAAD NIAZI/AFP
Kompleks yang diperkirakan berusia 4.000 tahun lalu ini terletak di dekat Kota zaman Sumerio Kuno, Ur, Irah. Dahulu, kota Ur dikenal sebagai sebuah pusat komersial yang ramai kapal pedagang.
Pada era 1970 dan 1980-an, kawasan yang berada sekitar 300 km di selatan ibu kota Baghdad ini juga pernah populer di kalangan wisatawan Barat. Namun, peperangan yang berlangsung bertahun-tahun membuat wisatawan menghilang.
©ASAAD NIAZI/AFP
Salah satu kuil Ziggurat Agung di kota kuno Ur. Kuil Ziggurat Ur ini diketahui sudah berdiri sejak 4.000 tahun yang lalu. Sir Leonard Woolley menggali situs tersebut pada 1920-an dan 1930-an.
Piramida berundah inimemiliki tinggi rata-rata 50 meter, terdiri dari lima tingkat dengan kuil utama yang terdapat di puncaknya.
©ASAAD NIAZI/AFP
Pada saat itu Leonard Woolley menggali sekitar 35.000 artefak dari Ur. Ia juga menemukan sisa-sisa pemakaman kerajaan yang diduga berasal dari 2600 SM. Penemuan fantastis ini mampu menyaingi makam Raja Tut di Mesir.
©ASAAD NIAZI/AFP
Pemandangan udara menunjukkan situs yang diyakini sebagai tempat kelahiran Nabi Ibrahim di kota kuno Ur, Provinsi Dhi Qar, Irak. Ziggurat yang menjulang tinggi di atas kota masih mendominasi pemandangan kota Ur hingga saat ini.
(mdk/Tys)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya