Kehilangan Wilayah Kekuasaan di Suriah, AS Ingatkan Ancaman ISIS di Seluruh Dunia

Minggu, 3 November 2019 07:08 Reporter : Hari Ariyanti
Kehilangan Wilayah Kekuasaan di Suriah, AS Ingatkan Ancaman ISIS di Seluruh Dunia bendera isis. ©iraqinews

Merdeka.com - Kendati wilayah yang diklaim sebagai kekhalifahannya runtuh, ISIS masih menjadi ancaman yang bisa tumbuh dan berkembang karena kehilangan wilayah kekuasaan di Suriah. Demikian diperingatkan petinggi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) pada Jumat (1/11).

Duta Besar Koordinator Kontraterorisme, Nathan Sales, berbicara beberapa hari setelah kematian pimpinan ISIS Abu Bakar al-Baghdadi, mengatakan organisasi teroris tersebut memperluas pengaruhnya melalui afiliasi dan aktor individu.

"Pejuang teroris selalu mencari medan perang baru," kata Sales kepada wartawan, dilansir dari CNN, Sabtu (2/11).

"Dan menurut saya kita fokus pada kemungkinan jihadis tersebut yang kalah di Suriah pindah ke suatu tempat, apakah itu berbicara soal ISIS di Khurasan Afghanistan atau pindah ke Sahel," lanjutnya.

Presiden AS, Donald Trump mengklaim berhasil mengalahkan ISIS di Suriah pada Desember 2018 sebagai pembenaran atas keputusannya yang tergesa-gesa menarik pasukan AS dari negara itu - sebuah keputusan yang dilaksanakan kembali, termasuk dalam beberapa pekan terakhir

Komandan Pasukan Demokratik Suriah yang bersekutu dengan AS, Jenderal Mazloum Abdi mengumumkan pada Maret lalu bahwa ISIS telah dikalahkan. Trump secara berulang menggembar gemborkan perannya dalam keberhasilan mengalahkan ISIS. Namun, laporan Departemen Luar Negeri mencatat, pada 2018, ISIS membuktikan kemampuannya untuk beradaptasi, terutama melalui upayanya untuk menginspirasi atau mengarahkan pengikut secara online.

"Saat kekhalifahan runtuh, kami melihat ideologi berbahaya ISIS terus menyebar di seluruh dunia pada 2018. ISIS mengakui afiliasi regional baru di Somalia dan di Asia Timur. Pejuang teroris asing yang kembali ke daerah asalnya atau melakukan perjalanan ke negara ketiga untuk bergabung dengan cabang ISIS di sana. Dan teroris lokal, orang-orang yang tidak pernah menginjakkan kaki di Suriah atau Irak, juga melakukan serangan," jelas Sales.

Laporan 2018 menyatakan teroris yang berkembang di tingkat lokal terinspirasi ideologi ISIS, merencanakan dan mengeksekusi serangan terhadap sasaran empuk seperti hotel, restoran, stadium, dan tempat publik lainnya.

Kelompok teroris itu memperingatkan tentang perluasan jangkauannya dalam sebuah pesan audio yang mengkonfirmasi kematian pemimpin dan juru bicaranya pada Kamis. Baghdadi tewas dalam serangan militer AS di markasnya di Suriah utara akhir pekan lalu. Juru bicara ISIS Abu Hasan al-Muhajir tewas oleh pasukan AS dalam operasi terpisah di dekat Jarablus, Suriah.

"Amerika, jangan bergembira dengan kematian Tuan al-Baghdadi. Tidakkah kalian sadari bahwa ISIS hari ini tidak hanya berada di ambang pintu Eropa dan di pusat Afrika, tapi menetap dan meluas dari Timur ke Barat," kata juru bicara baru ISIS, Abu Hamza al-Qarshi.

Sales mengatakan bahwa pihaknya mendapat laporan ISIS akan membalas dendam atas kematian Baghdadi namun enggan merinci lebih lanjut karena berkaitan dengan masalah intelijen.

"Kami harus siap menghadapi segala kemungkinan. Kami terus menggali rencana ISIS untuk menghantam kami atau menghantam kepentingan kami di luar negeri. Tentu itu akan tetap menjadi prioritas utama bagi kami," katanya.

Dalam pesan audio ISIS, dipublikasikan sayap media ISIS, al-Furqan, juru bicaranya juga mengumumkan pemimpin baru penerus Baghdadi, Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurashi. Sales mengatakan pihaknya tengah menggali informasi terkait Hashimi. Pada Jumat pagi, Trump mencuit di Twitter bahwa pihaknya telah mengetahui pengganti Baghdadi.

"Kami mencari tahu pemimpin baru itu, perannya dalam organisasi tersebut, dan dari mana asalnya. Saya tidak punya informasi apapun untuk mengumumkan hal itu, secara jelas di depan umum. Tetapi kapan saja ada transisi kepemimpinan dalam organisasi teroris, kami ingin memastikan bahwa kami memiliki informasi terbaru yang kami miliki, bahwa kami harus menghadapi ancaman dengan efektif," jelas Sales.

"Kami akan terus menundukkan organisasi itu pada tekanan kontraterorisme yang tak henti-hentinya menggunakan semua alat kekuasaan nasional untuk memasukkan militer, intelijen, penegakan hukum, keamanan perbatasan dan keuangan. Kami akan membongkar kelompok itu tanpa memandang siapa kader kepemimpinannya," tutupnya. [pan]

Topik berita Terkait:
  1. Ekstremis ISIS
  2. Baghdadi Tewas
  3. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini