Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kedutaan AS tidak akan pindah ke Yerusalem di era Trump

Kedutaan AS tidak akan pindah ke Yerusalem di era Trump Kedubes AS di Tel Aviv. ©AFP PHOTO/JACK GUEZ

Merdeka.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson kemarin mengatakan pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem memakan waktu paling cepat sekitar tiga tahun. Dengan demikian pemindahan kedubes ini tidak akan terjadi selama masa jabatan Presiden AS Donald Trump.

"Ini tidak akan terjadi segera," kata Tillerson di Kementerian Luar Negeri, seperti dilaporkan The New York Times dan dilansir laman Haaretz, Rabu (13/12).

"Mungkin tidak akan terjadi dalam waktu tiga tahun, dan itu sudah cukup ambisius," tambahnya.

Setelah Trump mengumumkan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, pejabat Gedung Putih mengatakan pemindahan kedubes akan selesai dalam jangka waktu tiga sampai empat tahun.

Tapi komentar Tillerson kemarin menjadi pernyataan paling eksplisit dari pemerintahan Trump. Persiapan logistik menjadi alasan ditundanya pemindahan kedutaan itu.

Pejabat Gedung Putih mengatakan di masa lalu pemindahan kedutaan AS bisa memakan waktu hingga lima tahun.

Trump sudah menandatangani surat keringanan untuk penundaan pemindahan kedutaan itu seperti yang dilakukan presiden-presiden AS sebelumnya. Batas waktu penundaan ini adalah enam bulan dan di masa akan datang Trump kelihatannya akan kembali menandatangani surat penundaan ini karena alasan persiapan logistik. (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP